RADAR JOGJA – Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) diprediksi akan mendongkrak kunjungan wisatawan asing (wisman) ke DIJ secara signifikan. Selama ini kunjungan wisman ke Indonesia masih didomininasi Bali.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo mengatakan, kunjungan wisman ke DIJ ditarget mencapai 1 juta kunjungan. Jumlah itu bisa terealisasi asalkan penerbangan lansung dari mancanegara ke Jogakarta bisa segera dilakukan seiring beroperasinya YIA.

“Selama ini direct flight-nya kan hanya dari Singapura dan Malaysia. Itu pun bisa menyumbang 138 ribu wisman,” kata Singgih, Senin (7/10).

Dijelaskan, keberadaan penerbangan langsung dari negara-negara lain bisa menambah potensi wisman yang lebih besar. Nantinya bila YIA beroperasi penuh dan membuka penerbangan langsung, maka bukan tidak mungkin penerbangan dari Eropa, Uni Ermirat Arab, Australia, dan negara kawasan Asia Timur bisa memberikan kontribusi kunjungan ke DIJ. Termasuk negara-negara Eropa seperti Rusia.

Hingga kini jumlah wisman yang berkunjung ke DIJ per tahun mencapai 416 ribu orang.  Tahun ini diprediksi kunjungan bisa mencapai 500 ribu orang. Jumlah itu masih jauh dari target yang ditentukan oleh Kementerian Pariwisata. “Saya optimistis target satu juga wisman bisa terpenuhi,” harapnya.

Meski optimistis bisa mencapai target, dikatakan Singgih, ada perbedaan hitungan yang dilakukan Kemenpar dengan Dinjas Pariwsata. Perbedaan hitungan itu terjadi karena Dispar DIJ menghitung jumlah wisman dari daftar wisman yang booking hotel. “Kemenpar kan menghitungnya dari direct flight,” katanya.

Berbagai atraksi budaya yang ada di DIJ, diprediksi bisa menggaet lebih banyak wisman. Sebab, sejauh ini wisman dari berbagai negara untuk masuk ke DIJ harus melalui Jakarta atau Bali terlebih dahulu.

Untuk bisa mencapai target itu, Dispar pun akan melakukan berbagai event bertaraf internasional. Sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan dengan bekerjasama dengan pihak lain, seperti kegiatan lari maraton dan promosi kampung wisata.

Selain menunggu kepastian penerbangan langsung, dia  meminta kepada setiap stakeholder pariwisata melakukan kegiatan untuk memajukan pariwisata. Di mana di Jogja sendiri perlu diterapkan single destination management. “Nah, pola ini yang diterapkan di DIJ untuk manajemen dan juga destinasi wisata di Jogjlosemar,” katanya. (bhn/laz)