RADAR JOGJA – Kelompok difabel merupakan kelompok yang memiliki kerentanan terhadap diskriminasi. Termasuk dalam hal peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi komunitas Alumni Dena Upakara dan Don Bosco (ADECO).

Komunitas alumni SLB/B Dena Upakara dan Don Bosco yang terletak di Wonosobo ini telah tersebar di berbagai daerah, termasuk salah satunya DIJ. Kelompok difabilitas tuli ini berbekal kemampuan yang dimiliki berupaya untuk menjadi individu yang mandiri, selain bekerja di instansi sebagian besar berkarya dengan berwirausaha.

Salah satu produk unggulan dari komunitas ini khususnya perempuan adalah produk kerajinan tangan yang berasal dari kain hasil renda, rajut, serta kain perca. Beberapa produk kerajinan tangan yang dihasilkan berupa dompet, tempat HP, tempat tisu, hingga pakaian anak.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat, tim dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bersama Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mencari solusi untuk dapat meningkatkan potensi produk kerajinan tangan tersebut. Untuk menunjang hal ini, tim dosen UAJY membuat program utama yakni pelatihan pengembangan produk kerajinan tangan inovatif, pembuatan brand, hingga pemasaran digital. Pendekatan dan fasilitasi dalam program disesuaikan dengan komunitas ini, di mana pendampingan dilakukan secara intensif dan melibatkan juru bahasa isyarat untuk memperlancar proses komunikasi.

Ketua tim Program Kemitraan Masyarakat Alexander Beny Pramudyanto, MSi mengungkapkan produk kerajinan tangan memiliki potensi besar untuk menjadikan produknya bernilai ekonomi lebih. Melalui pelatihan pengembangan produk, pembuatan brand, dan pemasaran digital harapannya rekan-rekan ADECO dapat semakin percaya diri dan mendapat pengakuan.

”Mereka memiliki karya yang bagus serta mampu bersaing dengan produk-produk kerajinan tangan sejenis,” ungkapnya.

Program Kemitraan Masyarakat yang secara efektif dijalankan sejak Juni 2019 akan berakhir pada Oktober ini. Output yang telah dicapai sampai September 2019, komunitas ini memiliki brand jelujur.id yang menaungi karya kerajinan tangan komunitas tuli. (ila)