RADAR JOGJA – Perkembangan musik jazz di Indonesia belakangan sedang marak dengan hadirnya beragam festival dan panggung jazz di berbagai daerah di Indonesia. Di Jogjakarta sendiri saat ini banyak sekali event jazz. Sebut saja Ngayogjazz, Jazz Mben Senen, Prambanan Jazz, dan lainnya.

Nah, mengikuti perkembangan panggung pertunjukan musik jazz tersebut, Masjid Syuhada mengadakan ”Jazz Syuhada” di halaman depan masjid, Selasa malam (8/10).

Pertunjukan ini dipilih karena musik merupakan bahasa yang universal untuk menyampaikan pesan, perasaan, situasi, hingga kritik sosial yang mudah dipahami oleh audiens. Dalam konteks dakwah, musik ini menjadi cara lain dalam berdakwah yang bertujuan mengajarkan kebaikan dan perdamaian sesama manusia.

Ketua Panitia Jazz Syuhada Thoirul Firdaus mengatakan, acara ini memperkenalkan Masjid Syuhada sebagai salah satu masjid bersejarah di Jogjakarta yang masih menjaga keistimewaan Jogja dengan aneka ragam budaya. Selain musik jazz, acara ini juga memiliki beberapa kegiatan lainnya, seperti bazar dan ceramah (kajian).

”Acara ini merupakan sebuah kegiatan yang dinisiasi oleh teman-teman Warta Jazz dan beberapa komunitas kebudayaan. Kami menyambut baik, karena dakwah tidak hanya lewat ceramah tetapi bisa lewat media lain, salah satunya musik,” ungkapnya.

Menurutnya, musik merupakan sesuatu harmoni yang universal, yang membedakan dengan event musik lainnya, dalam Jazz Syuhada tetap ada tausiahnya. ”Ada penampilan dari bregada dan pertunjukan tari Saman,” jelasnya,

Acara ini juga sekaligus Milad Masjid Syuhada ke-67. Dalam kegiatan ini juga melibatkan Komunitas Kotabaru, Gereja Katolik Kotabaru, Gereja HKBP Kotabaru, Komunitas Jazz Mben Senen Bentara Budaya, dan relawan lain.

”Jazz Syuhada bukan sekadar pertunjukan music dan seni, tapi juga medium pertemuan atau silaturahmi semua warga Jogjakarta. Tujuannya untuk mendialogkan sisi kemanusiaan dan kebersamaan dalam hidup ini,” jelasnya.

Sementara itu, penikmat jazz Chornolius Titok mengatakan, acara ini harus sering diadakan karena bisa  untuk  edukasi ke warga sekitar. ”Supaya bisa ikut menyaksikan music dan memberikan pesan bahwa kebersamaan,” jelasnya. (sky/ila)