RADAR JOGJA – Bagi para pendukung PSIM Jogja, sosok Ayub Antoh sangat dikenal. Ya, pemain asal Sorong, Papua, ini adalah salah satu pemain yang karakternya dicintai sebagian besar pendukung Laskar Mataram, julukan PSIM. Namun di musim 2019, Ayub berstatus tanpa klub.

Bersahabat dan murah senyum. Itulah kesan pertama kebanyakan orang ketika kali berjumpa dengan Ayub Antoh. Karakter seperti itulah yang membuat pria berusia 24 tahun ini begitu dicintai oleh suporter PSIM.

Selain itu, Ayub juga dikenal sebagai pemain yang selalu tampil ngotot dan siap nggetih untuk PSIM. Tiga musim kompetisi, mulai musim 2016, 2017, dan 2018 dilalui Ayub dengan balutan seragam biru khas Laskar Mataram.

Namun di kompetisi musim 2019 ini, Ayub memutuskan untuk menepi sejenak dari hiruk-pikuk PSIM. “Tahun ini saya fokus selesaikan kuliah,” kata Ayub ketika  Radar Jogja di kediamannya Rabu (9/10).

Ayub sendiri sudah menjalani wisuda di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) beberapa bulan lalu. Guna mengisi waktu luang, ia menyempatkan diri berlatih dengan tim-tim sepak bola di sekitaran rumahnya.

Tak hanya itu, Ayub juga beberapa kali sempat ikut serta dalam turnamen antarkampung alias tarkam. “Tarkam lagi ramai kalau bulan-bulan seperti ini. Lagi pula untuk jaga kondisi juga,” jelasnya.

Ikut serta dalam tarkam tentu mengandung risiko yang besar. Ayub bisa saja mengalami cedera parah dan sulit untuk kembali ke level profesional. “Saya harus pintar jaga diri, hati-hati pokoknya,” lanjut Ayub.

Beberapa pekan lalu, ia sempat mencuri perhatian jagat dunia maya. Unggahan video cover lagu Cidro milik Didi Kempot di Instargamnya, jadi penyebab. Ayub yang sudah sangat lancar berbahasa Jawa itu mengaku memang sudah lama menyukai Didi Kempot.

Ia mengisahkan bagaimana sejak remaja diasuh oleh orang tua angkat yang berasal dari Jawa. Nah, saat itulah Ayub mulai mengenal Didi Kempot. “Awalnya saya dengar-dengar saja, tapi lama-lama enak juga,” katanya sembari tertawa.

Bahkan video cover lagu yang diunggah Ayub membawa berkah baginya. Ayub sempat diundang di salah satu acara talkshow stasiun TV nasional. Selain itu, dia juga berkesempatan duet bareng dengan sang idola, Didi Kempot.

Ayub mengaku senang dan bangga bisa nanyi satu panggung dengan Didi Kempot. “Sempat deg-degan, tapi bisa enjoy,” kisahnya.

Salah satu panggung yang dihadiri Ayub dengan Didi Kempot adalah gelaran Synchronize Festival, 4 Oktober lalu. Di salah satu gelaran musik terbesar di tanah air itu Ayub berkesempatan menyanyikan beberapa lagu dengan Didi Kempot. “Wah di sana ramai sekali,” ujarnya kagum.

Kendati sudah menemukan kesenangan baru di dunia tarik suara, ia rupanya tak bisa melupakan PSIM. Pemain yang bisa bermain di posisi bek kanan dan gelandang sayap kanan itu mengaku masih mengharapkan bisa kembali ke PSIM. “Ya tentu saya pengen main lagi di PSIM, tapi sejauh ini belum ada kontak,” jelas Ayub. (cr16/laz)