SLEMAN –  Badan Pengawas Pemilu   (Bawaslu) DIY menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peliputan dan Penulisan Berita. Diikuti 30 peserta dari Bawaslu DIJ dan kabupaten serta kota di DIJ.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Kamis hingga Jumat (10-11/10) di Innside Hotel, Jalan Ring Road Utara, Meguwo, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Bimtek menghadirkan Pemateri dari internal Bawaslu dan kalangan praktisi, pemerhati serta wartawan.

Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono mengatakan, Bimtek dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja kehumasan di lingkungan Bawaslu se-DIJ. Menurut Bagus, berkaitan dengan tugas Bawaslu yang merupakan badan publik yang melakukan tugas Pengawasan Pemilu. “Bawaslu perlu menyampaikan informasi hasil kinerja kepada publik dengan sebenar-benarnya,” tutur dia.

Karena itu dia menilai kinerja kehumasan Bawaslu perlu mengadopsi elemen-lemen jurnalistik. Di antaranya disiplin verifikasi. Disiplin verifikasi adalah ihwal yang memisahkan jurnalistik dari hiburan, propaganda, fiksi, atau seni. “Hanya jurnalistik yang sejak awal berfokus untuk menceritakan apa yang terjadi setepat-tepatnya,” tuturnya disela-sela acara, Kamis (10/10) malam.

Bagus berharap, dengan diselenggarakannya Bimtek, bidang kehumasan di lingkungan Bawaslu DIJ bisa membuat pers rilis atau berita yang bisa dimuat di media massa. “Dengan demikian bisa menghasilkan berita yang layak dimuat di media massa,” harapnya.

Kegiatan Bimtek diisi dengan berbagai materi terkait jurnalistik oleh para narasumber yang hadir.
Salah satu pemateri, wartawan media massa online, Ja’faruddin mengungkapkan, Bimtek yang diselenggarakan Bawaslu, relevan dengan tugas-tugas Bawaslu khususnya bidang kehumasan. Menurut dia tugas humas mirip dengan wartawan atau jurnalis yang bekerja di media massa, yaitu membuat informasi untuk disampaikan kepada khalayak. “Humas terbatas hanya membuat rilis untuk menginformasikan Lembaga atau institusinya dan Teknik penulisannya beda,” ujarnya.

Tapi, lanjut Ja’far, sebenarnya rilis dari humas juga dibutuhkan media massa untuk menambah content berita, meski terkadang harus disesuaikan dengan Teknik penulisan jurnalistik agar bisa dimuat. “Lebih baik jika humas di Bawaslu DIJ ini bisa menulis rilis sesuai kaidah penulisan jurnalistik, sehingga tidak menyita waktu redaktur atau editor, sehingga bisa dipublikasikan di medianya agarbisa diakses publik yang lebih luas,” imbuhnya. (cr16/pra/ong)