RADAR JOGJA – Kabupaten Bantul berada di wilayah transisi antara perkotaan dan pedesaan. Selain itu sebagian besar akses kendaraan berupa jalur yang memiliki track lurus. Nah, ini menjadi tantangan sekaligus perhatian besar bagi Kapolres Bantul yang baru , AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono. AKBP Wachyu menggantikan pimpinan Polres Bantul sebelumnya. Yakni, AKBP Marisi Sahat Hasibuan.

Menurut dia, karakter masyarakat di wilayah transisi akan berbeda dengan masyarakat perkotaan. “Berada di wilayah transisi dibutuhkan kesadaran masyarakat yang tinggi terkait pengetahuan hukum dan sebagainya,” ungkap AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono kepada Radar Jogja, kemarin (9/10).

Sebagian besar akses jalan berada di jalur datar, menjadi tantangan tersendiri bagi pria yang kini tinggal di Wonocatur, Banguntapan, Bantul ini. Yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tata berlalu lintas. “Sehingga sosialisasi itu harus merata di masyarakat,” tuturnya.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Wachyu itu berupaya mewujudkan visi dan misi Kepolisian RI. Visinya, yaitu, dengan menjalankan program Kapolri. Yakni, untuk mewujudkan Polres Bantul yang semakin profesional, modern, dipercaya masyarakat, melaksanakan sinergi kepolisian yang pro aktif.

Sehingga, alnjut dia, wilayah bantul ini tetap konduaif dan aman. Sementara misinya, menggiatkan berbagai pelayanan kamtibmas baik yang sifatnya prefensif ataupun preventif dan IT-Tech bisa berjalan dengan baik.

“Dari segi intelejen kami tingkatkan deteksi dini, cegah dini, peringatan dini, sehingga persoalan yang timbul bisa terselesaikan secara cepat, akurat dan efektif dalam mencari solusinya,” ungkap dia. Wachyu juga akan terus mendorong agar tingkat kriminalitas di kalangan masyarakat terus menurun. Caranya, dengan melakukan pemberdayakan babhinkamtibmas, meningkatkan komunikasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Bantul.

Nah, kasus yang berkaitan dengan tindak pidana, baik tindak pidana umum maupun khusus yang menjadi pekerjaan rumah besar baginya. Misalnya narkoba, maka pihaknya akan meningkatkan kualitas Personil atau SDM. Dengan melalui pendidikan, pelatihan dan mengikuti kejuruan.  “Pengawasan dan pengendalian kepada anggota juga harus ditingkatkan,” ungkap pria yang sebelumnya selama satu tahun menjabat sebagai Biro Sumber Daya Manusia bagian Pengendalian Personil, Polda DIY itu.

Kendati begitu upaya pencegahan narkoba dilakukan dengan cara memperbanyak  sambang warga. Meningkatkan peran Bhabinkamtibmas dalam melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan pelaku narkoba. Baik di Sekolah, Madrasah maupun Pondok Pesantren.  Dia juga mengajak seluruh personil agar bekerja ataupun melakukan pelayanan sesuaibtugas dan fungsinya secara profesional. (mel/pra)