RADAR JOGJA – Mendukung pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Polda DIY menghelat Apel Besar Bhabinkamtibmas dan penyerahan penghargaan kepada bhabin berprestasi di halaman Polda DIY, Kamis  (10/10).

Penghargaan diberikan kepada tiga pilar Kamtibnas, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Kepala Desa. Bhabinkamtibmas Desa Madurejo, Prambanan Aiptu Parwanto dianugrahi piagam penghargaan sebagai  Bhabinkamtibmas teraktif dalam kegiatan pelaporan melalui aplikasi E-Binmas. Sedangkan terbaik ke-dua dan ke-tiga diberikan kepada Aipda Sukadi, Bhabin Jogotirto, Berbah, dan  Aipda Sudaryono, Bhabin Triharjo, Sleman.

Penghargaan terbaik katagori Sinergitas Tiga Pilar diberikan kepada Bhabin Ngestiharjo, Kasihan Bripka Budi Sunaryo dan Sertu  Sugiyono. Penghargaan juga diberikan kepada Kepala Desa Ngestiharjo Fathoni Ari Wibowo selaku Kepala Desa Terbaik.

Untuk menjalankan fungsinya sebagai pengayom, pelayan, serta pelindung masyarakat, Bhabinkamtibmas dituntut mengedepankan cara-cara yang humanis. Untuk dapat selalu bersinergi dan melekat dengan masyarakat. “Cara-cara yang humanis, menjadi andalan dan etalase keberadaan institusi Polri di tengah masyarakat,” jelas Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Hal ini sejalan dengan arahan presiden, yakni mengedepankan strategi pemolisian yang proaktif dan humanis. Keberadaan bhabin harus mampu melekat dan mengikuti dinamika masyarakat dalam mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial yang terjadi.

Dofiri melanjutkan, kriteria pemberian penghargaan berkaitan dengan keaktifan yang bisa dipantau melalui aplikasi E-Binmas. “Untuk periode Juli-September ada beberapa bhabin dengan kegiatan terpantau sangat tinggi. Baik dari sambang, penyuluhan, maupun problem solving. Jadi melalui aplikasi, yang paling baik kinerjanya akan kelihatan,” jelasnya.

Sinergitas tiga pilar juga dianggap penting dalam rangka menangkis masalah radikalisme dan intoleransi yang terjadi di masyarkat. Keberadaan bhabin dan sinergisitas tiga pilar menjadi fundamental dalam rangka menyelesaikan masalah dari level yang paling bawah.

Menurut dia, apabila tiga pilar tadi bisa mendekati masyarakat, permasalahan mudah-mudahan tidak muncul dan mencuat ke permukaan yang lebih luas lagi. “Tiga pilar adalah kunci permasalahan yang ada di masyarakat,” tandasnya.

Dia berharap pemberian penghargaan dapat memacu Bhabin lain untuk berprestasi maupun meningkatkan kinerjanya. “Kami menerapkan reward and punishment supaya terkontrol, jadi yang malas-malasan itu ketahuan,” tuturnya. (cr16/pra)