RADAR JOGJA- Hingga Kamis (10/10) tuan rumah Kota Jogja berhasil menduduki puncak klasemen sementara Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Kota Jogja total mengemas 228 medali. Dengan rincian 76 emas, 70 perak, dan 82 perunggu.

Tambahan medali Kota Jogja diraih cabang olahraga (cabor) renang yang menyumbangkan xx emas. Dengan hasil ini, persaingan antara kontingen Kota Jogja dan Bantul menjadi semakin ketat. Hanya selisih dua emas dalam perburuan gelar juara.

Sejauh ini beberapa cabor yang menjadi lumbung medali bagi kontingen Kota yakni, sepatu roda, tinju, taekwondo, tenis meja, dan karate. Medali emas Kota Jogja disumbangkan oleh cabor taekwondo (6), tenis meja (7), tinju (5), yongmodo (5), Tenis (1), tarung drajat (4), sepatu roda (9), panahan (tiga), kempo (4), karate (5), judo (1), hoki (3), golf (4), gateball (1), dayung (2), bola voli (2), bola basket (2), balap sepeda (2), atletik (4), anggar (2), aerosport (4).

Wakil Ketua Umum (Waketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jogja Yoseph Junaidi mengaku sangat bersyukur atas capaian Kota Jogja. Junaidi berujar pihaknya merasa lega dan senang lantaran kontingen Kota bisa bertengger di posisi puncak. “Selama 40 hari tertekan, akhirnya kami bisa memimpin klasemen,” ujarnya.

Junaidi berharap Kota Gudeg dapat terus memimpin hingga penutupan Porda. Dia pun sangat mengapresiasi komitmen Pengkot cabor dalam target yang dicanangkan KONI Kota.

Lebih lanjut, kendala dan kesulitan yang dihadapi Kota Jogja selama soft opening Porda yakni lantaran pihak Kota Jogja sebagai tuan rumah tidak mengetahui jadwal yang dipertandingkan. “Jadwal yang menyusun KONI DIJ. Sebagai tuan rumah kan seharusnya kami bisa memimpin dari awal bukannya malah sempat terseok-seok,” keluhnya.

Junaidi mengaku optimistis Kota dapat merengkuh gelar juara. Apalagi beberapa cabor unggulan Kota Jogja banyak yang akan bertanding setelah opening ceremony Porda. “Pak Walikota memang berpesan saat pembukaan kami harus bisa memimpin klasemen,” ujarnya.

Pelatih Perserosi (Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia) Kota Jogja Sugeng Laksono mengatakan capaian luar biasa ini berkat kerja keras pengurus kota dan para atlet. Sugeng menuturkan, tim sepatu roda memang berusaha memberikan yang terbaik untuk porda kali ini. “Ya, itu karena Kota mempunyai target juara umum dan tim sepatu roda sudah berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Kendati sepatu roda gagal menjadi yang terbaik, namun Sugeng sangat bersyukur dan puas lantaran timnya berhasil menyumbangkan sembilan medali emas. Kerja keras dan pantang menyerah adalah kunci capaian hasil absolut itu. “Selisih satu emas dengan Bantul karena diatas kertas mereka banyak bermaterikan atlet eks Pekan Olahraga Nasional (PON),” ujarnya.

Sementara itu, kepala pelatih taekwondo Kota Jogja Dharma Wahyu Nugraha turut senang dengan raihan yang dicapai anak asuhnya. Sebab, untuk kali ke-4 taekwondo Kota berhasil menjadi juara umum di ajang Porda. “Alhamdulillah taekwondo Kota Jogja dapat menyumbangkan enam emas,” tuturnya. (cr18)