RADAR JOGJA – Delapan tim dance tampil dalam UBS Gold Dance Competition 2019 di hari kedua Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2019 kemarin. Penampilan dancer memukau penonton di GOR UNY.

Kapten tim dance SMAN 9 Jogja (Trappsila/Tandya Remaja Pembela Pancasila) Tasya Marisya mengatakan mereka berupaya tampil beda dari sekolah lain. Memang banyak tim dance yang mengambil tokoh kartun Moana sebagai konsep.

Siswi kelas XI tersebut mengatakan konsep Moana pada timnya adalah Moana Hip-Hop. “Kalau tim dance sekolah lain Moana-nya lebih wave. Kami lebih ke hiphop,’’ ujar Tasya.

Mereka mengambil konsep Moana karena mayoritas dancer Trappsila suka dengan cerita Moana. Moana punya spirit yang tidak pernah lelah untuk berjuang. Kekuatan yang powerfull menjadi alasan timnya setuju mengambil tema Moana.

“Spirit Moana menjadi alasan kami ambil sebagai konsep koreo hingga kostum. Diharapkan bisa tertular ke diri kami dan tim basket yang berjuang,’’ tegas Tasya.

Persiapan yang dilakukan timnya untuk UBS Gold Dance Competition cukup berliku. Awalnya, banyak anggota tim dance yang hanya ingin mencari eksistensi. Malas berlatih.

Hal itu membuat Tasya sebagai kapten bertindak tegas. Dia mengeluarkan anggota yang seperti itu. Sanksi lain, menghukum rekan setimnya harus hapal koreografi walaupun hanya diberikan contoh sekali.

“Aku harus tegas, walaupun itu teman dekatku sendiri,’’ kenang Tasya. (*/iwa/rg)