IBU berperan penting dalam mengupayakani potensi anak sejak masih dalam kandungan. Salah satu upaya itu dengan pemeriksaan kehamilan/antenatal yang terpadu. Atau ANC (Antenatal Care) yang terintegrasi.

Pelayanan antenatal terpadu adalah pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil. Terpadu dengan program lain yang memerlukan intervensi selama kehamilan.

Secara umum ANC terpadu bertujuan memenuhi hak setiap ibu hamil memperoleh pelayanan antenatal yang berkualitas. Sehingga mampu menjalani kehamilan dengan sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat.

Pelayanan ANC terpadu secara khusus bertujuan menyediakan pelayanan antenatal terpadu, komprehensif, dan berkualitas. Termasuk konseling kesehatan ibu hamil, konseling gizi , konseling KB pasca persalinan dan pemberian ASI. Serta mendeteksi secara dini kelainan atau penyakit yang diderita ibu hamil. Sehingga mampu untuk melakukan intervensi terhadap kelainan atau penyakit tersebut sedini mungkin. Selain itu mampu melakukan rujukan kasus ke fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan sistem rujukan yang ada secara cepat dan tepat waktu.

Keluarga, terutama suami harus dilibatkan dalam menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil, serta menyiapkan persalinan  kesiagaan bila sewaktu waktu terjadi komplikasi.

Mengapa ibu hamil harus ANC? Hal ini untuk menjamin kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi selama proses kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. ANC yang baik, minimal empat kali selama kehamilan. Yaitu 1 kali  saat trimester pertama (0-14 minggu kehamilan), 1 kali pada trimester kedua (14 – 28 minggu) dan 2 kali ketika trimester ketiga (28-36 minggu dan > 36 minggu).

Dengan ANC yang baik ibu dapat mengetahui mengenai kehamilan risiko tinggi yang bisa diderita. Contohnya hamil terlalu muda < 20 tahun, atau terlalu tua >35 tahun, riwayat seksio sesarea pada kehamilan sebelumnya, riwayat perdarahan pada kehamilan sebelumnya, tinggi ibu yang terlalu pendek <140 cm atau terlalu gemuk (BMI> 25 kg/m3), kelainan letak atau presentasi janin.

Selain periksa kehamilan yang teratur, pada ibu hamil perlu juga memperhatikan asupan nutrisi yang baik. Ibu hamil harus makan dengan pola gizi yang seimbang, porsi yang lebih banyak, serta kualitas dan cara pengolahan bahan makanan pun harus lebih baik dan sehat.

Makanan yang dikonsumsi ibu hamil perlu mengandung zat besi, asam folat, dan kalsium. Zat besi bisa didapatkan dari daging merah, telur, kacang kacangan, dan sayuran hijau. Asam folat bisa didapatkan dari kacang kacangan, putih telur, gandum, susu, sayur bayam, pisang, brokoli.

Sedangkan kalsium bisa didapatkan dari brokoli, jeruk, susu, gandum, kacang kedelai, apel, pepaya.

Dengan asupan gizi yang baik, ibu hamil dapat mencegah terjadinya anemia (kurang sel darah merah), KEK (kurang energi kalori), berat janin rendah, kelainan tulang belakang dan berbagai komplikasi lainnya.

Pada dasarnya tidak ada pantangan makanan selama kehamilan. Namun ada beberapa hal pada ibu hamil yang dilarang untuk dikonsumsi. Antara lain, minuman keras, rokok, jamu jamuan, makanan yang dimasak setengah matang, minum kopi atau teh lebih dari 2 cangkir per hari.

Ibu hamil dapat berkonsultasi dengan Ahli Gizi pada saat ANC ditempat pelayanan ANC yang berkonsep terpadu.

Memilih tempat pemeriksaan kehamilan yang baik  harus memperhatikan kelengkapan layanan. Yaitu rumah sakit yang mempunyai fasilitas dan  elemen pendukung seperti ahli kandungan, ahli gizi, dokter gigi, dan laboratorium 24 jam. Serta dokter spesialis selain kebidanan sebagai faktor pendukung, seperti ahli penyakit dalam, ahli saraf, patologi klinik,dan lainnya.(*/yog)