RADAR JOGJA – SMAN 2 Banguntapan (Mitra Badu) menjadi tim pertama di sektor putri yang lolos ke babak Big Eight. Kepastian tersebut setelah pada Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2019 Minggu, mereka meraih kemenangan. Mitra Badu mengandaskan sesama tim dari Bantul, SMAN 1 Sewon.

Pada laga pembuka hari keempat Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2019 tersebut, Mitra Badu menang dengan skor tipis 25-23. Kemenangan ini membuat Mitra Badu mengumpulkan empat poin dari dua laga. Mereka memuncaki klasemen grup C.

Pelatih SMAN 2 Banguntapan Egi W memuji penampilan pemain asuhannya. “Mereka tampil enjoy, tanpa beban,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jogja Minggu (13/10).

Di laga itu, SMAN 2 Banguntapan sebenarnya bisa unggul dengan jarak yang lebih jauh. Namun, banyaknya free throw yang didapat gagal dimanfaatkan. “Itu juga akan jadi fokus evaluasi kami,” tandas Egi.

Selain laga antara SMAN 1 Sewon melawan SMAN 2 Banguntapan, Minggu juga tersaji tiga laga lain di sektor putri. SMAN 1 Bantul sukses menang mudah dengan skor 16-1 ketika menghadapi SMAN 1 Wates.

Dilanjutkan SMAN 1 Kalasan (Saka) melawan SMAN 6 Jogja (Namche). Di laga ini Namche masih terlalu superior bagi Praba Ambara. Namche mememenangkan laga dengan skor 24-10.

Kekalahan atas Namche membuat SMAN 1 Kalasan gagal melaju ke babak Big Eight. Dua kekalahan beruntun yang dialami Saka jadi penyebabnya.

Hasil itu cukup disesali pelatih SMAN 1 Kalasan Bagas Satria. Hasil di Honda DBL tahun ini tidak sesuai target Praba. “Ya, awalnya kami pengen, paling tidak menang sekali lah,” ujarnya.

Satu laga lagi yang dipertandingkan tadi malam di sektor putri adalah laga SMKN 1 Bantul melawan SMAN 4 Jogja. Laga dimenangkan XXXXXX dengan skor XXXX. (cr12/iwa/rg)