Anggota DPR RI Gandung Pardiman terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan desa. Jauh sebelum lahir  UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Gandung telah memiliki visi ke depan memajukan desa. Dia memelopori pentingnya  menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan.

“Kalau gubernur DIY punya gagasan kecamatan sebagai pusat pertumbuhan, maka ide saya menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan,” ujar Gandung mengingatkan kembali konsep yang penah digulirkannya 10 tahun silam.

Gandung juga sempat dituding punya pikiran gila saat mengajak para kepala desa datang ke Jakarta. Dia mendorong pentingnya pemerintah mengalokasikan anggaran untuk percepatan pembangunan desa. Saat menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014,  Gandung mengungkapkan desa-desa perlu mendapatkan alokasi dana Rp 1 miliar. “Dulu orang nggak percaya,” kenangnya di depan ratusan warga Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Minggu (13/10).


SIAP PANEN: Anggota DPR RI Gandung Pardiman (tiga dari kiri) menebar ribuan ikan berbagai jenis di Embung Merdeka Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul. (KUSNO S. UTOMO/RADAR JOGJA)

Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY itu datang untuk menyaksikan peresmian penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.  Peresmian dipusatkan di Embung Merdeka yang berada di Desa Sumbermulyo.

Gandung merasa seperti bernostalgia bisa hadir di tengah warga Sumbermulyo.  Dia merasa bersyukur bisa terpilih kembali mewakili rakyat DIY. Salah satu dukungan nyata  itu berasal dari masyarakat Sumbermulyo.

TIDAK HAFAL : Gandung Pardiman meminta empat ibu mengucapkan lima sila Pancasila (KUSNO S. UTOMO/RADAR JOGJA)

“Saya dipilih lebih karena hubungan katresnan (kecintaan, Red), bapak dan ibu semua yang ada di sini. Saya tidak pernah memakai politik uang. Sehingga begitu terpilih saya tidak punya beban dan utang. Ini betul-betul saya syukuri,” ungkapnya.

Sebelum Gandung pidato, ibu-ibu Desa Sumbermulyo tampil menyanyi. Ada dua lagi dinyayikan. Pertama berjudul Makarya Bangun Desa. Sedangkan kedua lagu Pamer Bojo ciptaan Didi Kempot. Namun beberapa lirik lagunya diubah berupa ucapan selamat datang kepada Gandung Pardiman dan pejabat Kementerian ESDM.

“Selamat datang Pak Gandung Pardiman yang dermawan

Bersama Pak Gandung Pilihanku, rakyat tidak akan tertipu

Sumbermulyo maju, rakyat makin bersatu”

Begitu lagu itu dinyanyikan,  ratusan tamu undangan yang menghadiri acara itu tak menyembunyikan tawa. Termasuk Bupati Bantul Suharsono. Tahu dirinya disindir halus, saat di podium Gandung memberikan respons balik.

“Aku tahu apa yang kau mau,” kelakarnya. Gandung kemudian menghadiahi grup paduan suara ibu-ibu itu berupa uang Rp 2 juta. Dia juga memberikan uang Rp 1 juta untuk empat anak-anak yang menarikan tari Gambyong. Sebelum turun dari podium, Gandung mengundang empat ibu-ibu. Mereka dites untuk mengucapkan lima sila Pancasila. Dari empat orang yang maju ke depan hanya satu orang yang berhasil. Lagi-lagi politikus yang terkenal dengan jargon “Tidak Pelit” memberikan hadiah berupa uang Rp 500 ribu.

Sedangkan tiga orang lainnya yang tidak sempurna mengucapkan lima sila Pancasila masing-masing dihadiahi Rp 400 ribu, Rp 300 ribu dan Rp 200 ribu. “Yang tidak hafal dipotong Rp 100 ribu,” canda Gandung.

Ketua Forum Hasta Karya DIY ini mengingatkan Pancasila dewasa ini menghadapi bahaya. Pancasila mendapatkan rongrongan dari kelompok radikal kanan maupun kiri. Karena itu, semua warga bangsa diwanti-wanti waspada dan tidak melupakan Pancasila. “Bangsa ini bisa bersatu hanya dengan Pancasila,” tegasnya serius. Sebagai komitmennya memajukan desa, Gandung juga menyerahkan bantuan mesin penggiling daging bakso. Mesin itu diberikan kepada pengurus BUMDes Desa Sumbermulyo.

Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Antonius Ratdomopurbo menjelaskan jumlah PJU-TS di Provinsi DIY tersebar pada 600 titik. “Lokasinya ada di Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul,” ujar Ratdomo yang terkilir kakinya menjelang acara sehingga sambutannya dibacakan stafnya Mustafa Hanafi.

Bupati Bantul Suharsono mengapresiasi peresmian PJU-TS tersebut. Baginya apa yang selama ini diperjuangan Ganndung Pardiman sejalan dengan kebijakannya sebagai bupati. “Tidak ada yang saya pikirkan selain memikirkan rakyat Bantul. Ini sama seperti Pak Gandung,” ujar Suharsono. (kus)