RADAR JOGJA – Sepanjang musim kemarau 2019 ini Dinas Sosial DIY telah mengambil sejumlah langkah. Khususnya membantu menangani masalah kekeringan di empat daerah. Yakni Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Sleman.

“Ada sebanyak 700 tangki air bersih yang kami siapkan. Sebagian sudah kami didistribusikan,” ujar Kepala Seksi Penanganan Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinas Sosial DIY Baried Wibawa Minggu (13/10).

Bantuan yang telah diserahkan antara lain sebanyak 40 tangki air bersih ke Dusun Dayakan, Sumberharjo, Prambanan, Sleman. Droping air bersih itu dilakukan pada Jumat (11/10). Dari berbagai informasi diperoleh krisis air di Sumberharjo antara lain dipicu penyegelan sumur bor di Dusun Bleber Lor.

Akibatnya warga yang tinggal di beberapa desa di Prambanan, Sleman dan Piyungan, Bantul mengalami krisis air bersih. Warga yang mengalami krisis air total ada sebanyak 500 kepala keluarga (KK). Mereka tinggal di Dusun Dayakan, Sengir dan Dusun Gamparan, Sumberharjo, Prambanan. Dua lokasi lainnya yakni Dusun Bulu dan Sanan berada di wilayah Desa Petir, Piyungan, Bantul.


Turun Langsung ke Lapangan : Tim Dinas Sosial DIY memberikan bantuan air bersih ke Desa Sumberharjo, Prambanan Sleman. Air bersih didistribusikan dari tangki. Selanjutnya ditampung di bak penampungan. (KUSNO S. UTOMO/RADAR JOGJA)

Menyikapi itu, Baried bersama jajaran Dinas Sosial DIY langsung turun ke lapangan. Bantuan 40 tangki air bersih itu antara lain ditampung di penampungan Bulusari. Kekeringan yang melanda Prambanan itu termasuk kategori bencana alam. Kejadian serupa juga dialami sejumlah warga di Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul. “Semua kami bantu dengan mendistribusikan air bersih ke lokasi yang mengalami kekeringan,” terangnya.

Kepala Dinas Sosial DIY  Untung Sukaryadi mengatakan, dana droping air bersih bersumber dari APBD DIY Tahun Anggaran (TA) 2019. Saat ini dana tersebut saat ini relatif telah tersalurkan. Meski demikian, Untung mengatakan masyarakat di kawasan terdampak kekeringan tidak perlu kawatir. Sebab, anggaran untuk menangani dampak kekeringan bukan hanya dari APBD DIY. Namun Pemda DIY juga bersinergi dengan mengoptimalkan peran Forum Tanggung Jawab Sosial  Perusahaan (CSR)  untuk membantu masyarakat terdampak. “Hingga saat ini permohonan bantuan ke Dinas Sosial DIY selalu dapat kami penuhi,” terang Untung.

Dikatakan, dropping air untuk daerah yang mengalami kekeringan terus berjalan. Bagi masyarakat yang ingin mengajukan permohonan dropping air bersih agar melengkapi dengan surat. Tujuannya agar bisa untuk memetakan daerah mana saja yang membutuhkan air bersih. “Ini agar persebaran air bersih menjadi merata,” terangnya. Langkah ini mengantisipasi agar tidak ada daerah yang kelebihan bantuan air bersih. Namun di pihak lain ada daerah yang tidak mendapatkannya.

Kembali ke peran Forum CSR, Untung menilai sangat berarti dan membantu Pemda DIY.  Dikatakan,  Forum CSR DIY cukup besarmengatasi berbagai persoalan kebencanaan di DIY. Termasuk masalah kekeringan yang melanda beberapa wilayah. Bagi Untung menangani masalah sosial dibutuhkan dua hal. Komitmen dan kekompakan semua pihak. Selama dua hal itu berjalan, maka segala persoalan dapat dicarikan solusinya. (kus)