RADAR JOGJA – Hipertensi adalah saat terdapat peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran. Dengan selang waktu lima menit, dan dalam keadaan istirahat atau tenang. Pada pelayanan kesehatan primer, penyakit tidak menular seperti Hipertensi paling banyak ditemukan.

Itu diungkapkan ketua tim kelompok 2 mahasiswa semester 5 Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) Wahyu Sunyoko, dalam Diskusi Tutorial Mahasiswa di Kampus 2 unjaya, Kamis (10/10).

Melihat fenomena masyarakat dengan semakin banyaknya riwayat Hipertensi yang tidak terkontrol, salah satu penyebabnya adalah ketidakpatuhan pasien hipertensi dalam mengatur pola dietnya. “Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan daftar menu diet pasien hipertensi dalam mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh tanpa meningkatkan risiko kekambuhan,” tuturnya.

“Seperti Program Diet Kalender Hipertensi “Dikasi”. Bertujuan untuk mengatur pola diet bagi pasien Hipertensi dengan mengacu pada metode diet,” tambahnya didampingi Dosen Pembimbing Miftafu Darussalam MKep SpKepMB, di Kampus 2 unjaya, di Gamping, Sleman, Senin (14/10).

Menurut Wahyu, terdapat tiga prinsip Diet Kalender Hipertensi “Dikasi”. Pertama, makanan beraneka ragam dan gizi seimbang seperti memperbanyak konsumsi sayur, buah-buahan, dan susu rendah lemak. Kedua, jenis dan komposisi makanan dengan mengurangi makanan berkolesterol dan mengandung gula tinggi. Ketiga, jumlah garam yang dibatasi setengah sendok teh per hari. “Setelah melakukan ‘Dikasi’ selama dua minggu secara patuh akan mengontrol tekanan darah Hipertensi dan dapat mencegah bagi yang belum terkena,” ungkapnya.(*/pra)