RADAR JOGJA – Kemarau panjang yang terjadi sejak April lalu di sebagian wilayah Kabupaten Gunungkidul membuat masyarakatanya berhemat. Bahkan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari warga Dusun Temuireng I lebih memilih untuk tidak mandi selama tiga hari berturut-turut.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dusun Temuireng I Nangim disela acara penyerahan simbolik bantuan air bersih sebanyak 22 tangki oleh Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) DIJ di Dusun Temuireng I, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Senin (7/10).

Nangim mengatakan, upaya tersebut dilakukan warganya untuk bertahan hidup. Bahkan beberapa rela menjual hasil ternaknya guna membeli air dari tangki dengan harga Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu per tangkinya.
“Satu tangki berisi 5000 liter, itupun hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari,” katanya.

Dia bersukur hingga saat ini bantuan penyaluran air bersih terus dilakukan, baik dari Pemkab, Kecamatan setempat maupun pihak – pihak swasta dari dalam maupun luar kota. Secara khusus dirinya berterima kasih kepada pengurus serta anggota DPD PPJI DIJ dan DPC PPJI Gunungkidul yang telah membantu masyarakat Temuireng I.

“Semoga kehadiran DPD PPJI DIJ di Temuireng I ini dapat menjembatani dalam memberi informasi kepada Pemerintah sehingga air dari PDAM dapat mengalir ke Temuireng I ini,” ujarnya.

Ketua DPD PPJI DIJ Hj Sri Wahyuni Dewi mengungkapkan rasa keprihatinannya atas bencana kekeringan yang terjadi. Pihaknya bersama DPD PPJI DIJ terus mengupayakan program bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan secara rutin dan berkala. Baik dalam bentuk stimulan, peralatan maupun perlengkapan lain.

Ditahun 2019 wilayah yang mengalami kekeringan sudah meluas hampir di seluruh kecamatan yang ada di Gunungkidul. Pihaknya menilai, Dusun Temuireng I merupakan wilayah yang cukup parah mengalami musibah kekekringan.

“Warga sekitar mengaharapkan air hujan karena daerah tersebut tidak ada sumber mata air. Ketika tidak hujan masyarakat nampaknya sulit untuk mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Selain Dusun Temuireng I, DPD PPJI DIJ juga melakukan droping air bersih di Dusun Karangtengah, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul sebanyak 28 tangki.

“Jadi total bantuan air bersih untuk wilayah Gunungkidul di dua titik sebanyak 50 tangki. Juga bantuan stimulan berupa uang cash,” imbuhnya.
Dewi berharap kedepannya dari pemerintah harus ada solusi terbaik untuk menangani masalah kekeringan yang terjadi di wilayah kabupaten Gunungkidul. (*/naf)