RADAR JOGJASMPIT LHI Banguntapan menorehkan prestasi di kancah Internasional.  Mereka meraih dua medali emas dan satu perak di ajang International Youth Inventor Award (IYIA) 2019 di Jakarta, Sabtu (12/10).

Adapun tiga judul penelitian yang diajukan adalah Earthquake Maps App Based Arcview GIS, Foodbar from Fermentation of Cassava as a Broiler Chicken Feed in the Phase of Growth, Biodegradable Polybag from Banana Peel and Casava Starch.

Kegiatan ini diikuti 3.000 inventors. Selain dari Indonesia, juga dari Malaysia, Korea Selatan, Sri Langka, Thailand, Vietnam, dan Polandia. IYIA 2019 berlangsung 9 – 12 Oktober di Taman Mini Indonesia Indah.

Kasi Kesiswaan SMPIT LHI Siti Nofiati SPd yang juga guru pembimbing dalam penelitian tersebut menyampaikan, ini adalah ajang international pertama yang diikuti oleh siswa-siswanya. Tujuan awalnya untuk mewadahi minat bakat siswa di bidang penelitian. “Mereka memiliki minat yang tinggi. Maka kami menfasilitasinya lewat kompetisi yang lebih tinggi. Meskipun awalnya tidak memiliki target khusus,’’ jelasnya.

Selain menfasilitasi minat bakat siswa di bidang penelitian, mereka mendapatkan teman-teman baru dari berbagai negara, berlatih speech di hadapan banyak orang dan melatih kepercayaan diri siswa. Menurutnya, kegiatan seperti patut untuk diselenggarakan. Karena dapat menumbuhkan kultur meneliti di kalangan pelajar Indonesia. Dengan begitu generasi Indonesia mampu menorehkan prestasi di tingkat international.(*/din)