RADAR JOGJA – Sebanyak 15 desa budaya di Kabupaten Gunungkidul unjuk kebolehan dalam acara Gelar Potensi Desa Budaya bertajuk Memetri Budaya pada Sabtu hingga Minggu (12-13/10) di Lapangan Desa Bejiharjo Karangmojo.

Hari pertama menampilkan kesenian Sendratari, Dramatari dan Ketoprak dari Desa Wiladeg, Desa Semanu, Desa Putat, Desa Giripurwo, Desa Katongan, Desa Kemadang, Desa Jerukwudel.

Hari Minggu  Desa Kepek, Desa Giring, Desa Girisekar, Desa Beji, Desa Tambakromo dan Desa Bejiharjo. Dalam acara tersebut, masyarakat dan wisatawan dihibur pentas wayang Cakruk menghadirkan dalang Ki Marno Purbocarito.

Terdapat pula 15 stand kuliner dan kerajinan potensi desa budaya yang menampilkan antara lain, kerupuk jagung, kerupuk kedelai, tape gronjol, sagon, thiwul, gula kacang, jamu tradisional, patilo, manggleng, kerajinan blankon, wayang suket, mainan anak, daur ulang plastik, kerajinan kayu, serta kerajinan bambu.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan, DIY mendapatkan rangking tertinggi sebagai indeks pembangunan kebudayaan dengan total nilai 73,79 persen disusul Bali dan Jawa Tengah.

“Salah satu upaya untuk mempertahankan kebudayaan DIY yakni melalui Gelar Potensi Desa Budaya,” ungkapnya. “Serta  berharap, kegiatan Gelar Potensi Desa Budaya DIY 2019 yang menampilkan 56 desa budaya baik potensi kesenian, kuliner maupun kerajinan dapat dinikmati seluruh masyarakat DIY dan dapat dimanfaatkan sebagai bentuk pelestarian budaya,” tambahnya.

Adapun kejuaraan Gelar Potensi Desa Budaya DIY 2019 antara lain penyaji terbaik I diraih oleh Desa Budaya Panggungharjo Bantul dengan judul Panggung Krapyak, penyaji terbaik II Desa Budaya Jatimulyo Kulon Progo dengan Alap-Alapan Roro Jonggrang, penyaji terbaik III Desa Budaya Bejiharjo Gunungkidul dengan Dramatari Asna Kinarya, penyaji terbaik harapan IDesa Budaya Giring Gunungkidul dengan sendratari Sang Raden Bagus, penyaji terbaik harapan II Desa Budaya Pandowoharjo Sleman dengan sendratari Tuk Dandang.

Acara Gelar Potensi  Desa Budaya DIY yang berada di kabupaten Gunungkidul ini merupakan pelaksanaan yang terakhir setelah sebelumnya sudah dilaksanakan di Sleman, Yogyakarta dan Bantul, dan Kulonprogo. (*/pra).