RADAR JOGJA – Sabtu petang (19/10) arus lalu lintas sepanjang jalan dari perempatan Sagan sampai perempatan Samirono sempat macet. Kendaraan padat merayap.

Dua orang petugas kepolisian fokus mengatur lalu lintas di depan pintu masuk GOR UNY. Venue hari kesepuluh Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2019.

Jalanan yang biasanya di Sabtu malam memang padat jadi tambah macet. Karena ada duel bigmatch antara tim basket putra SMA Kolese de Britto (JB) melawan SMA Bopkri 1 Jogja (Bosa)

Di dalam GOR UNY penonton berjubel. Sesak. Tidak hanya yang duduk di tribun. Juga memenuhi ruang di belakang dua ring lapangan basket. Suasana laga pamuncak tadi malam serasa final party.

Laga bertajuk battle of legacy dimenangkan Bosa 32-23. Kemenangan itu membawa Bosa menjadi juara Grup A. Mereka mengumpulkan torehan sempurna enam poin dari tiga pertandingan dan lolos ke fase playoffs.

Sementara itu JB juga tetap lolos ke fase playoffs. Namun, mereka harus puas sebagai runner up grup.

Laga berjalan ketat sejak awal. Gemuruh penonton kian menambah panas suasana. Namun Bosa tampil lebih matang. Mereka bisa menjaga keunggulan hingga laga terakhir.

Pelatih Bosa Yusuf Haryono mengakui tensi tinggi di pertandingan ini memengaruhi permainan anak asuhnya. “Anak-anak sempat terpancing emosinya,” ujar Yusuf.

Menuruntya, kunci kemenangan Bosa adalah kedalaman skuad yang dia miliki. Semua pemain memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda. “Jadi saya enak melakukan rotasi pemain.” jelasnya. (cr12/iwa/riz)