RADAR JOGJA – Festival UMKM Sembada 2019 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Kamis (24/10). Festival ini berlangsung di kompleks Rumah Dinas Bupati Sleman hingga hari ini.

Tak kurang dari 182 peserta meramaikan festival yang sudah dimulai sejak 2018 ini. Peserta itu di antaranya merupakan UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Sleman. “Festival ini merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah terhadap UMKM,” kata Muslimatun.

Dia berpendapat banyak tanyangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Apalagi dalam era digital. Banyak produk asing yang membanjiri e-commerce. Oleh karenanya, dia mendorong agar UMKM di Sleman agar bisa go digital.

Ekonomi digital, lanjutnya, punya peluang yang tinggi.  Pemasaran tidak hanya terbatas pada pasar domestik saja. Melainkan bisa sampai mancanegara. “Ini peluang sekaligus tantangan,” terangnya.

Untuk menembus pasar internasional, butuh kemampuan. Terutama untuk mengidentifikasi pelanggan atau pasar dan menyusun strategi pemasaran yang tepat. Banyak produk UMKM yang cukup baik tapi pemasarannya belum optimal karena tidak bisa mendapatkan akses pasar.  “Ini yang harus dicari. Yakni memahami mata rantai proses pasar. Terutama pasar internasional yang lebih rumit,” jelasnya.

Kehadiran festival ini, disebutnya cukup punya andil dalam meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM di Sleman. Sebab, strategi penguatan UMKM bukan hanya dilakukan oleh pemerintah. “Tapi di dalamnya ada sinergi antara swasta, pemerintah, dan pelaku usaha itu,” bebernya.

Selain itu, Muslimatun menyambut baik adanya sesi sharing dalam festival ini. Dia berharap pengunjung maupun peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu. “Ini untuk meningkatkan kapasitas UMKM kaitannya untuk belajar bisnis online dan mengenali tren pasar,” bebernya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman Pustopo menjelaskan festival ini mengusung tema ‘Bersinergi Membangun UMKM Sleman yang Produktif dan Berdaya Saing’. Tujuannya sebagai sarana edukasi dan memupuk semangat pelaku industri. “Tujuan festival ini untuk memperkuat model pemberdayaan UMKM yang selama ini telah dijalankan,” kata Pustopo.
Selain pelaku UMKM kegiatan ini melibatkan berbagai mitra. Mulai dari pemerintah, swasta, komunitas bisnis, media dan perguruan tinggi. Model aksi kemitraan ini, merupakan upaya kolaboratif untuk bersinergi dalam memunculkan model baru dalam pola pemberdayaan UMKM. “Terlebih dengan perubahan bisnis yang sangat cepat di era ini,” katanya.

Adanya festival ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk UMKM. Juga mengenalkan pengembangan produk UMKM kepada masyarakat, menumbuhkan semangat wirausaha pelaku UMKM dengan adanya penghargaan, memberikan akses solusi terhadap persoalan usaha.  “Ini juga untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan stakeholder yang dapat membuka peluang kerja sama,” tandasnya. (**/har/din)