RADAR JOGJA – Lima narapidana rumah tahanan negara (rutan) Kelas IIB Wates, Kulonprogo kabur pada Minggu (27/10) sore. Diduga otak perencanaan kaburnya napi tersebut adalah Sutristiyanto.

Dia ditangkap di kebun jagung Pedukuhan Beji, Kecamata Wates, Kulonprogo atau satu kilometer barat rutan. Apa motifnya?

Kepala Rutan Kelas IIB Wates, Deny Fajariyanto menyebutan, Sutristiyanto merupakan residivis kasus pencurian. Dia juga yang mencetuskan ide sekaligus merencanakan kaburnya lima napi di Rutan IIB Wates.

Konon, motifnya adalah masalah internal keluarga yang sedang bergejolak. Sehingga lelaki asal Pekalongan itu memutuskan untuk kabur dari penjara.

“Ia sudah merencanakan pelarian itu sejak tiga hari sebelumnya dan kemungkinan besar sudah mengincar titik lemah penjagaan di Rutan Wates. Kabur melalui gorong-gorong di bawah kamar mandi yang terhubung langsung dengan area luar sel sebelum kemudian memanjat tembok rutan loncat turun dan lari ke arah persawahan,” jelasnya.

Mereka kabur dengan cara menggergaji teralis besi penutup gorong-gorong. Pihaknya masih mengembangkan pemeriksaan terkait asal gergaji itu. “Kami akan kembangkan dari mana gergaji itu didapatkan. Kalau ada orang luar yang menyelundupkan, kami akan tindaklanjuti,” tuturnya.

Sutristiyanto yang juga disebut sebagai dalang pelarian para napi. Sehari sebelum ditangkap di kebun jagung, Senin (28/10) sore, petugas terlebih dahulu menangkap kembali napi atas nama Pinasthi Bayu Setya Aji di kawasan Alun-Alun Kebumen, Jawa Tengah.

“Kelima napi yang kabur ditempatkan di ruang isolasi untuk memudahkan pemeriksaan dan pemulihan stress. Kami melakukan pengejaran bersama Polres Kulonprogo. Sutristiyanto adalah otaknya pelarian ini,” kata Deny. (tom/riz)