RADAR JOGJA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul sibuk memburu seorang narapidana perempuan yang kabur. Napi tersebut diduga melarikan diri karena kalalaian petugas.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Gunungkidul, Ari Hani Saputri mengatakan, napi kabur bernama Dika Ratna Sari,25, warga Meyosi Talun, Keduweng, Talun, Pekalongan, Jawa Tengah.

Diketahui melarikan diri usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gunungkidul pada 23 Oktober lalu.

“Kejari sudah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk Dika Ratna Sari,” kata Ari Hani Saputri, Rabu (30/10).

Namun sampai dengan sekarang upaya pencarian belum membuahkan hasil. Pihaknya juga bekerjasama dengan instansi terkait untuk memburu napi itu. Menjalin komunikasi dengan pihak kejaksaan di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, asal dari narapidana.

Disinggung mengenai kronologi hilangnya napi perempuan kasus pencurian, Ari memilih irit bicara. Dia hanya menyampaikan napi melarikan diri dalam perjalanan menuju Lapas Perempuan, Wirogunan, Jogjakarta.

“Kemungkinan ada unsur kelalaian petugas, dan ini masih diselediki secara internal. Kami juga telah melapor ke Kajati,” ungkapnya.

Mengenai sanksi yang dijatuhkan jika dua petugas pengawal napi terbukti bersalah, menurutnya disesuaikan dengan tingkat kesalahan. Untuk memastikannya, internal tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sanksi berkala sampai ke Kajagung (Kejaksaan Agung),” terangnya.

Ari memastikan bahwa sesuai SOP (standar operasional prosedur) narapidana seharusnya dengan kondisi tangan terikat. Faktanya bagaimana? Kejaksaan sedang melakukan penelusuran. Siapa nama kedua petugas, pihaknya belum bisa menyampaikan. (gun/din)