RADAR JOGJA – Sukses memboyong Dream Theater di 2017 dan Megadeth di 2018, kini Rajawali Indonesia siap menghadirkan grup musik rock dunia lain ke panggung JogjaROCKarta Festival 3. Tahun ini giliran band asal Amerika Serikat Extreme dan Power Trip yang diboyong ke Jogjakarta sebagai headliners. Mereka siap mengguncang Stadion Kridosono, Minggu (3/11) malam.

CEO  Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi mengatakan, sejak diselenggarakan pada 2017, JogjaROCKarta International Rock Music Festival menjadi tempat para rocker besar dunia bertemu langsung dengan para penggemarnya di Indonesia.

Extreme sendiri merupakan band yang mencapai puncak popularitasnya di awal 90-an lewat beberapa hits lagu seperti Decadence Dance, More Than Words, Cupid’s Dead dan Hip Today.

“Kehadiran Extreme ke  Jogja adalah obat pelepas rindu antara personel Extreme dan para penggemarnya di Indonesia,” Ujar Anas Syahrul Alimi saat press conference sabtu (2/11).

Tidak kalah hebatnya dengan Extreme, Power Trip yang merupakan salah satu unit band thrash metal, terbentuk pada 2008 dan banyak malang-melintang di beberapa festival rock besar dunia. Power Trip telah merilis dua album studio, yaitu Manifest Decimation (2013) dan Nightmare Logic (2017).

Co-founder sekaligus Project Director JogjaROCKarta International Rock Music Festival Bakkar Wibowo memengatakan, album kedua Power Trip dengan hits single andalan Executioner’s Tax terpilih menjadi salah satu album thrash metal terbaik dunia pada 2017. Meski dibilang sebagai generasi baru kancah musik cadas, karya-karya yang terdapat kedua album Power Trip memberikan kontribusi dan pengaruh besar terhadap perkembangan musik di dunia.

“Penggemar Power Trip  bisa menyimak langsung bagaimana karya-karya terbaik Power Trip  di  JogjaROCKarta ,” ujarnya.

Selain memboyong Extreme dan Power Trip, gelaran tahun ini juga diramaikan beberapa musisi rock Tanah Air. Di antaranya ada EdanE, Jamrud, NTRL feat Bimo, ILP (Indra Lesmana Project), Down For Life (Solo), Trojan (Bali) dan Tumenggung dari Jogjakarta.

“Tahun ini kami ingin membawa pesan melalui tagline, yaitu Unity in Diversity yang memiliki makna sebagai sebuah perwujudan Kebersamaan dalam Perbedaan,” tandas  Bakkar. (sky/tif)