RADAR JOGJA – JogjaROCKarta International Rock Music Festival 2019 di Stadion Kridosono, Minggu malam (3/11) berlangsung meriah. Ini tahun ketiga penyelenggaraan JogjaROCKarta.

Untuk tahun ini, band kenamaan asal Amerika Serikat, Extreme, menjadi penampil utama.

Lagu-lagu andalan mereke seperti More than Words, Hole Hearted, Get The Funk Out, dan banyak lagi yang lain berhasil dibawakan dengan apik. Meski sudah memasuki usia kepala lima, penampilan Gary Cherone cs masih sangat prima.

Beberapa kali Nuno Bettencourt mengajak penonton yang sudah datang sejak sore untuk berteriak lebih kencang. “Ayo teman-teman, kalian terlihat lelah,” teriaknya.

Kemudian Nuno menyatakan ini kali pertama Extreme datang ke Jogja. Ia mengaku senang dengan riuh penonton yang hadir di Kridosono. “Kehadiran kalian semua sangat berarti bagi kami,” katanya.

Gelaran JogjaROCKarta 2019 dimulai pukul 14.00. Band heavy metal asal Jogja, Tumenggung, menjadi band pembuka. Kemudian dilanjutkan penampilan dari Trojan, Down for Life, dan Indra Lesmana Project (ILP).

Selepas magrib suasana Kridosono semakin memanas. Penampilan dari band-band legendaris Tanah Air seperti NTRL feat Bimo, EdanE, dan Jamrud kian membuat penonton girang.

Penampilan NTRL cukup spesial. Mereka unjuk kebolehan dengan mengusung konsep reuni. Bimo yang merupakan drummer pertama mereka, ikut tampil menemani drummer mereka saat ini, Eno. Kehadiran Bimo sempat menjadi bahan candaan vokalis sekaligus bassis NTRL, Bagus.

Pukul 21.00, band yang paling ditunggu-tunggu, Extreme naik pentas. Penampilan Nuno Bettencourt dan kolega berhasil memukau ribuan penonton yang memadati Stadion Kridosono.

Gelaran JogjaROCKarta 2019 ditutup dengan penampilan band beraliran trash metal asal Amerika Serikat, Power Trip. Dentuman-dentuman suara yang dihasilkan Power Trip sukses memancing penonton untuk moshing hingga crowd surfing.

Christopher Yoga, salah seorang penonton yang datang menyatakan sangat senang adanya JogjaROCKarta International Rock Music Festival ini. Mahasiswa asal Purbalingga itu menyatakan sejak lama memang menyukai musik dengan genre cadas.

“Ya senang sekali, ada band-band keren di sini,” ujarnya kepada Radar Jogja.

Yoga begitu menikmati beragam sajian cadas di Kridosono. Salah satu yang disoroti Yoga adalah kualitas sound yang sangat bagus. “Iya, beda dengan konser-konser kelas lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut ia berharap JogjaROCKarta tetap bisa dilaksanakan pada tahun-tahun ke depan. Ia pun sudah memiliki beberapa daftar band legendaris dunia yang ia harapkan bisa datang ke gelaran JogjaROCKarta di tahun-tahun selanjutnya.

“Ya, harapannya seperti Guns N Roses bisa datang ke Jogja,” tandasnya. (cr12/laz)