RADAR JOGJA – Dari 171 juta pengguna internet di Indonesia, sekitar 80 persen di antaranya adalah kaum milenial. Mereka perlu dibekali dengan literasi digital. Sehingga tak sekadar menggunakan internet untuk media sosial.

Tenaga Ahli Redesain USO Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Gun Gun Siswadi menyebut, pentingnya literasi baru, tidak hanya menyangkut aspek manusianya saja tetapi juga data dan teknologi termasuk mencegah kejahatan digital.

”Kejahatan digital yang disasar adalah masyarakat pengguna teknologi, oleh karena itu masyarakat harus kita berdayakan,” ungkapnya dalam forum bersama Kemkominfo, bertajuk Tantangan Teknologi Digital pada Bidang Ekonomi, Sosial budaya dan Informasi dalam Rangka Redesain USO, Senin (11/11).

Dia setuju teknologi digital harus bermanfaat untuk kebaikan, di antaranya meningkatkan silaturahim atau memasarkan produk UMKM.

Kemkominfo, menurut dia, terus berkomitmen untuk mendorong masyarakat melek digital memanfaatkan era digital. Dia juga menilai teknologi digital mendisrupsi kehidupan sosial, budaya dan ekonomi. Penggunaan handphone atau HP menciptakan budaya atau gaya hidup baru.

Terbukti sebagian orang tidak merasa risau barangnya tertinggal karena lupa, asalkan bukan HP yang tertinggal. Itu terbukti saat seorang ibu peserta diskusi mengaku tidak risau dompetnya tertinggal asalkan HP tetap di tangan. Alasannya, semua bisa dikendalikan dari perangkat itu.

”Perilaku ini menunjukkan kita sangat tergantung teknologi tetapi kita jangan dikendalikan oleh teknologi,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan, pemerintah perlu terus didorong mengedukasi penggunaan teknologi digital untuk hal-hal yang positif. Literasi digital bijak dalam berinternet diharapkan mampu mengubah mindset digital dari sekadar untuk bersosial menjadi lebih produktif.

Sukamta menyatakan pemerintah perlu terus didorong mengedukasi penggunaan teknologi digital untuk hal-hal yang positif.Literasi digital bijak dalam berinternet diharapkan mampu mengubah mindset digital dari sekadar untuk bersosial menjadi lebih produktif. ”Harapan kami UMKM bisa nyambung ke digital supaya pemasarannya lebih luas, bisa interaksi dengan konsumen di seluruh dunia,” kata Sukamta.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, DPR RI mengapresiasi langkah-langkah Kementerian Kominfo yang membina ribuan UMKM, rata-rata omzetnya naik ratusan persen setelah memperoleh sentuhan dari pemerintah. ”Hal seperti ini perlu digenjot capaiannya,” ujarnya. (naf/ila)