RADAR JOGJA  – Permintaan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di Polres Sleman mengalami kenaikan. Peningkatan itu terjadi bertepatan dengan dibukanya lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

“Mulai ramai sejak awal November lalu,” ujar Kasubag Humas Polres Sleman Iptu Edy Widaryanto, Senin (11/11).

Menurutnya, dalam satu hari rata-rata ada 350 pemohon. Jumlah itu tentu saja meningkat dibandingkan hari-hari biasanya. Edy menjelaskan peningkatan yang terjadi sekitar 60-70 persen.

Kendati ada peningkatan jumlah pemohon, polres tidak akan menambah waktu pelayanan. Untuk pengajuan SKCK tetap dilayani pukul 08.00 hingga batas terakhir penyerahan berkas pada pukul 14.00.

“Berkas tetap diproses sampai selesai walaupun harus sampai malam hari,” terangnya.

Berdasar pantauan Radar Jogja di Polres Sleman, memang terlihat banyak warga yang mengantre. Pada pukul 10.00 sudah nampak ratusan orang berjejal masuk ke loket pengurusan SKCK.

Salah satunya adalah Wuri Widodo, 23. Warga Cebongan, Mlati itu mengajukan SKCK yang digunakan untuk mendaftar CPNS.

Kendati harus antre dia tidak mengeluh. Sebab, menurutnya banyak yang harus antre lebih lama dari dia. “Ini antre dari sekitar jam 08.00 dapat antrean nomor 35 baru selesai jam 10 an ini. Tapi ya tidak masalah,” ungkapnya.

Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman Suyono menjelaskan pengumuman CPNS di Sleman masih menunggu daerah lain. Sebab nantinya akan diumumkan secara serentak se-DIJ.

“Kalau Sleman prinsipnya sudah siap, nunggu yang lainnya saja,” katanya.

Lebih lanjut, Suyono memastikan formasi yang didapatkan oleh Sleman yakni sebanyak 643 formasi. Meliputi tenaga pendidik, kesehatan, dan teknis. Terkait jadwal pendaftaran online dimulai 11 November- 24 November.

“Di Sleman salah satu syaratnya IPK minimal 3,00,” katanya. (har/din)