RADAR JOGJA – Oknum abdi dalem Keraton Jogja diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban MDA, 19, mahasiswi PTS di Jogja. Kejadian berawal saat rombongan korban berpapasan dengan terduga SW, 68.

Tak sendiri, pria sepuh ini diduga sempat menggoda rekan-rekan korban, SA dan El.

Sekretaris Forum Komunitas Alun-Alun Utara (FKAAU) Krisnadi Setyawan membenarkan adanya kejadian itu. Korban, lanjutnya, bertemu terduga di kawasan Alun-Alun Utara. Tindakan pelecehan berupa mengarahkan tangan korban ke kemaluan SW.

“Kejadiannya itu terjadi Minggu malam (10/11) sekitar pukul 22.10 di Alun-Alun Utara sisi timur. Pelaku memegang tangan kanan korban lalu ditarik ke arah kemaluan pelaku. Korban langsung mengibaskan tangannya, menjauh dari kemaluan pelaku,” jelas Krisnadi, Senin (11/11).

Ia menceritakan, setelah kejadian tersebut rombongan mahasiswi itu langsung menjauhi SW. Setibanya di pendapa lawas, korban langsung menangis. Kepada tukang parkir setempat, korban sempat bercerita terkait pelecehan. Hingga akhirnya korban diantarkan ke pos Pengamanan Budaya.

Mendapatkan laporan itu Pam Budaya bersama FKAAU menyisir kawasan Alun-Alun Utara. Pelaku berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi pelecehan. Selanjutnya bersama korban, FKAAU melaporkan kejadian ke Polsek Kraton.

“Setibanya di Polsek Kraton langsung diarahkan ke Polsek Gondomanan, karena lokasinya masuk wilayah sana. Semalam (10/11) langsung mendatangi kantor polisi. Pelaku juga sempat diamankan di kantor polisi,” ujarnya.

Krisnadi sempat menjabarkan pengakuan korban. Awalnya SW sempat mendekati SA. Tak sekadar berbincang, pria sepuh ini sempat merayu dan memegang tangan SA.

Usai ditepis, SW justru mendekati El. Hingga akhirnya berpapasan dengan korban MDA yang berjalan paling belakang.

“Jadi pelaku memang sempat terlibat obrolan. Tapi tiba-tiba obrolan menjurus ke hal porno,” katanya.

Kapolsek Gondomanan Kompol Purwanto memastikan belum ada laporan dari korban. Hanya saja dia membenarkan adanya informasi pelecehan seksual. Berupa aksi pelecehan oleh oknum abdi dalem Keraton Jogja.

Dia membenarkan sosok SW sempat diamankan di kantornya. Hanya saja hingga berganti hari tidak ada laporan masuk. Perwira menengah satu melati ini meminta korban segera melapor. Terlebih jika dukungan saksi dan bukti kuat.

“Belum ada laporan sampai saat ini dari korban atau pihak yang dilecehklan. Kami juga belum bisa bertindak karena sifatnya delik aduan. Terduga sempat diamankan FKAAU dan Pam Budaya lalu dibawa ke Polsek Kraton, tapi setelahnya dibawa ke sini (Polsek Gondomanan),” jelasnya.

Sementara itu, Raja Keraton Jogja Sultan HB X enggan berkomentar banyak soal dugaan tindakan asusila yang diduga dilakukan abdi dalem Keraton terhadap seorang mahasiswi.

Dia mengaku belum mengetahui peristiwa itu.

“Kasus opo, ora ngerti aku,” ucapnya saat ditemui wartawan di Hotel Sahid Raya, Babarsari, Sleman, Senin (11/11).

Sultan malah bertanya balik kepada awak media, apakah korban sudah melapor ke pihak yang berwajib atas tindakan asusila itu. “Sudah dilaporkan belum? Kalau belum, ya dilaporkan saja,” jelasnya.

Untuk itu Sultan HB X belum bisa memberikan sanksi atas abdi dalem yang melakukan tindakan tak terpuji itu. Menurutnya, apabila benar terjadi pelecehan yang melibatkan abdi dalem, maka tetap harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. (dwi/cr16/laz)