RADAR JOGJA – Dalang kondang asal Jogja, yang sedang ngehits, Ki Seno Nugroho menutup rangkaian acara HUT ke-263 Kota Jogja dengan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk. Dengan membawakan  Lakon Sesaji Raja Surya.

Pentas yang digelar di Halaman Balai Kota Jogjakarta, 31 Oktober lalu itu, diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) 2019.  Kepala Bidang Adat, Seni, dan Tradisi Disbud Kota Jogja Mukti Wulandari MSi menyampaikan, wayang kulit dipilih sebagai acara pamungkas dalam HUT Jogja sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan nguri-uri kesenian tradisional.

Menurut dia, pertunjukan ini digelar dalam rangka melestarikan wayang kulit di Jogja. “Karena itu untuk pungkasan ini kami ingin memberikan tontonan yang benar-benar menjadi ciri khas kebudayaan Adiluhung Jogjakarta,” Ujar Wulan di Dinas Kebudayaan Kota Jogjakarta, di Purbayan, Jogja, Kamis (14/11).

Wulan menuturkan, perkembangan wayang kulit di Jogja saat ini cukup bagus. Terbukti dari beberapa event yang digelar Disbud Kota Jogja, animo publik sangat menggembirakan. “Misalnya Festival Dalang Anak dan Remaja yang sukses digelar 2018 dan 2019. Secara kontinyu juga dilaksanakan Roadshow Wayang Kulit ke 14 Kecamatan,” ungkap Wulan.

Menurut Wulan, pemilihan Wayang Kulit merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan. Selanjutnya hal yang perlu ditingkatkan adalah sosialisasi kepada masyarakat terutama anak-anak muda di Jogjakarta. Diawali di sekolah mulai dikenalkan cerita tentang pewayangan yang menggunakan bahasa Jawa, jadi sejak usia muda sudah dikenalkan tentang cerita Dunia Pewayangan. (*/pra)