RADAR JOGJA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menggelar General Lecture menghadirkan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof Dr Thomas Djamaluddin MSc.

Kuliah umum yang mengangkat tema “Inovasi Teknologi dalam Pengembangan Astronomi Inklusi” ini dilaksanakan di Kampus Utama UAD, di Tamanan, Bantul, Senin 11 November lalu. Diikuti 350 peserta yakni mahasiswa, komunitas astronomi, Dinas Pariwisata se-Jogjakarta, dan Pusat Tarjih PP Muhammadiyah.

Rektor UAD Dr Muchlas MT menyampaikan, tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran pengetahuan tentang astronomi bagi akademisi dan publik. Termasuk penyandang disabilitas. Harapannya dapat mengembangkan bersama Pusat Riset dan Pendidikan Astronomi dan Kedirgantaraan yang Inklusif, sekaligus Wisata Edukasi.

Menurut dia, astronomi inklusi menjadi penting karena setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Termasuk dalam astronomi. Selama ini muncul pikiran bahwa astronomi hanyalah untuk mereka yang normal secara fisik saja. Padahal dengan kesadaran, kemauan bersama semua pihak, serta kemajuan teknologi yan semakin canggih menjadikan astronomi bisa di nikmati oleh semua orang. “Karena isu ini relatif baru, maka diperlukan banyak inovasi pengembangan untuk mewujudkannya, termasuk adanya general lecture di UAD ini,” ujar Dr Muchlas.

Ketua Panitia dan Kepala Pusat Studi Astronomi UAD Yudhiakto Pramudya PhD, mengatakan semua orang berhak untuk belajar. Apa pun kondisinya dan di mana pun tempatnya. Astronomi untuk semuanya, ilmu pengetahuan untuk semuanya. “Sesuai dengan tema peringatan 100 tahun International Astronomical Union, di bawah langit yang sama,” ungkap Yudhiakto di Kampus Utama UAD, di Tamanan, Bantul, Kamis (14/11).

Kepala LAPAN bersama peserta mengunjungi fasilitas penelitian dan pendidikan di Kampus Terpadu UAD di gedung berlantai 10. Salah satunya yaitu Kompleks Observatorium yang memiliki bagian utama berupa kubah dengan teleskop besar di dalamnya. Selain itu, terdapat juga ruang workshop yang menjadi ruang pembuatan berbagai alat peraga bagi pelajar baik yang umum maupun untuk penyandang disabilitas. Desain yang digunakan berupa desain universal untuk dapat mendukung pembelajaran Astronomi yang Inklusif. (*/pra)