RADAR JOGJA – Setelah vakum selama tiga tahun, SMP Budi Mulia Dua (BMD) kembali menggelar Gema Olimpiade BMD tingkat SD/MI se-DIJ. Tahun ini ada 11 cabang yang dilombakan. Di antaranya futsal, basket, story telling, dance, roket air, melukis, dai, adzan, robotik, MTQ dan olah vokal.

“Dulu lombanya cuma hanya tiga, berdasarkan animo dan evaluasi internal, yang dilombakan hampir semua yang kami punya, ada yang dari ekstrakulikuler ada yang bukan. Misalnya lomba dai, bukan ekstrakulikuler tapi keagamaan,” jelas Kepala SMP BMD Rukadah saat ditemui Radar Jogja, Sabtu (16/11).

Rangkaian acara yang diikuti 667 siswa dari 40 SD/MI ini sudah berlangsung sejak Jumat (8/11). Rukadah menuturkan, olimpiade ini merupakan acara tahunan untuk memberikan wadah bagi anak-anak untuk berkompetisi. Selain itu juga mengenalkan ke masyarakat bahwa BMD adalah sekolah yang ramah anak, damai, dengan memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan. Kegiatan ini juga melibatkan 120 siswa dan siswi SMP BMD kelas 7-9 termasuk siswa inklusi sebagai panitia. Tujuannya, untuk memberikan pengalaman berorganisasi, teamwork, dan mengelola ego.

“Sekolah kami full day dari pagi sampai 15.30 WIB, orang tua mengantar, menjemput, tidak ada peluang lagi anak kemana-mana, sehingga harus difasilitasi,” ujarnya.

Sekolah damai yang dimaksud Rukadah yakni sekolah “no mocking no bullying”. Ketika terjadi kasus bullying, guru berkomitmen menangani itu secepatnya. Melalui student advisor atau pengganti wali kelas yang menaungi tiap 15 siswa di kelas 7-9. “Benar-benar memantau perkembankan anak, membuat laporan tahunan, selalu seminggu dua kali pertemuan, sesi untuk curhat,” jelasnya. (tif)