RADAR JOGJA – Jumlah satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas) di DIY mencapai 30.858 personel. Angka yang tidak sedikit. Keberadaan Satlinmas berada di bawah pembinaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY.  Dengan jumlah itu, Satlinmas dinilai punya potensi strategis untuk digerakan dalam tugas-tugas mencegah munculnya gerakan radikalisme maupun terorisme.

“Satlinmas bisa menjadi garda depan deteksi dini maupun cegah dini radikalisme dan terorisme,” ungkap Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto saat berbicara di depan 100 orang anggota Satlinmas se-Kota Yogyakarta di sebuah rumah makan di Jalan Timoho pada Sabtu (16/11).

Acara tersebut bertajuk Satlinmas sebagai Ujung Tombak dalam Deteksi Dini dan Cegah Dini Radikalisme serta Terorisme di DIY. Eko mengatakan, sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dewan terus mendorong agar ada forum koordinasi antara Satlinmas dengan TNI dan Polri di DIY yang dilengkapi dengan payung hukum.

Koordinasi diadakan sesuai dengan jenjang atau tingkatan. Untuk level provinsi dengan Polda DIY dan Korem 072 Pamungkas. Sedangkan tingkat kota dengan Kapolres dan Dandim se-DIY.

“Kami ingin forumnya tak sebatas pembinaan saja. Namun bisa koordinasi sehingga kami bisa upayakan mendapatkan bantuan anggaran,” tegas ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta ini. Eko juga ingin Satlinmas diakui kelembagaannya. Dengan begitu, bisa bekerja sama dengan aparat yang berwenang.

Dikatakan, anggota Satlinmas dalam keseharian hidup di tengah-tengah masyarakat. Mereka bisa memberikan informasi dan berbagai laporan kepada aparat TNI, Polri dan Pemda DIY.

Ke depan, sambung anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY itu, perlu diperkuat konsolidasi dan koordinasi antara Satlinmas dengan Babinkamtibmas dan Babinsa se-DIY. Tujuannya demi menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah pedesaan atau kelurahan.

Eko mengingatkan, eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kerukunan dan perdamaian di Indonesia dihadapkan pada berbagai ancaman dan tantangan. Gerakan radikalisme dan terorisme terus bermunculan di masyarakat. Karena itu,  diperlukan deteksi dini untuk mencegahnya. “Satlinmas bisa menjadi perangkat yang efektif dalam melakukan deteksi dan cegah dini,” tegas dia.

Pembinaan bagi 100 Satlinmas  itu juga menghadirkan narasumber dari Kodim 0734 Yogyakarta dan Polresta Yogyakarta. Juga Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad. Dalam paparnya Noviar lebih menjelaskan sejarah kelahiran Satlinmas. Juga fungsi dan tugasnya di masyarakat.

Noviar menjelaskan, tugas Satlinmas membantu di bidang kebencanaan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, sosial kemasyarakatan serta dalam rangka   melaksanakan pertahanan keamanan.

Dengan adanya pembinaan itu, Noviar berharap anggota Satlinmas semakin paham dengan tugas dan fungsinya. Khususnya dalam peran deteksi dini terhadap munculnya gerakan radikalisme dan terorisme. “Setiap anggota Satlinmas mampu mengidentifikasi permasalahan di masyarakat. Terciptnya kondisi ketentraman dan terwujudnya keamanan di masyarakat,” katanya. (kus)