RADAR JOGJA – Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul menggelar pelatihan online bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) Bantul di Kantor Disdag Bantul, Rabu (20/11). Pelaku UKM didorong untuk meningkatkan jangkauan pemasaran melalui pemasaran online. Dalam kegiatan itu diikuti 30 peserta UKM Bantul. Menghadirkan narasumber Herlin Dwi Diandari founder Jejualan.com.

Dalam paparannya, Herlin Dwi Diandari mengajak seluruh peserta agar terlebih dahulu melakukan klasifikasi bisnis. Apakah pelaku usaha secara independen mengatur semua usahanya, pelaku usaha sebagai manager teknis, pelaku usaha sebagai pemilik maupun investor. Dia juga menerangkan, cara bisnis dapat bertahan. Bagaimana menciptakan konsep produk dan membuat perencanaan dan target bisnis. “Sehingga bisnis yang dilakukan di rumah semakin lebih mudah,” katanya.

Selain itu, dia juga mengajak pelaku usaha untuk membuat pembukuan. Agar pemasukan dan hasil produksi dapat terinci. Sehingga catatan tersebut memudahkan dalam menaikkan omset dan target penjualan.”Laba penjualan juga harus meningkat. Harus bisa menggaji diri sendiri dan karyawan melalui laba,” paparnya.

Lanjut dia, prinsip penjualan, mencari laba bukan lagi hasil penjualan dikurangi modal. Tetapi laba dihasilkan setelah modal, gaji karyawan dan gaji diri terpenuhi. Dengan demikian dapat meningkatkan penjualan. Dia juga menjelaskan, pembukuan sangatlah penting. Di samping menjadi aset juga untuk memudahkan dalam pengajuan bantuan modal pada bank.

Sedang Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disdag Bantul Agus Riyadmadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program pengembangan pasar Disdag. Sekaligus menyongsong perkembangan teknologi digital. Sehingga dengan diberikannya pelatihan pemasaran online diharapkan pelaku UKM dapat meningkatkan penjualannya. “Yang semula jualan offline, usai pelatihan mereka bisa langsung membuka penjualan online,” ungkap Agus.

Menurut dia, mayoritas pelaku UKM Bantul saat ini masih menggunakan sistem offline dalam pemasaran. Misalnya, berjualan dengan membuka toko, mengikuti bazar, dan lapak-lapak kegiatan. Yang jangkauan penjualannya sifatnya masih terbatas.

Kepala Seksi Pengembangan Ekspor Disdag Bantul Agus Budi Wismanto menambahkan, adapun peserta UMK yang mengikuti kegiatan tersebut bergerak dalam bidang pengolahan makanan dan minuman, kerajinan, bisnis rental, dan usaha berkaitan dengan jasa. “Semuanya (pelaku UKM) akan diajarkan membuat aplikasi website maupun cara mengelola media sosial,” ungkapnya. (*/mel/pra)