RADAR JOGJA – Pengembangan wisata masih seputar spot-spot menarik untuk selfie. Melihat itu, sebagai puncak pengabdian masyarakat, dua dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) membuat instalasi bambu untuk objek wisata Pinus Pengger, Dlinggo, Bantul.

Keduanya adalah Pupung Arifin, M.Si dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Nicolaus Nino Ardiansyah, ST, M.Sc dari Program Studi Arsitektur. Pupung menjelaskan, program ini merupakan hibah dari DIKTI untuk pengembangan masterplan kawasan objek wisata Pinus Pengger.

”Berkat gotong royong dan kerja sama masyarakat setempat, rangkaian dari pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil yang berguna masyarakat,” jelasnya, Senin (25/11).

Instalasi seni bambu, lanjutnya, dirancang oleh Nino dan dibantu bersama asisten serta warga setempat. Karya ini dinamakan ”Arkamayasakara”.

”Nama ini memiliki arti sebuah cahaya kebenaran didukung dengan lokasi yang berada paling puncak dari kawasan Pinus Pengger, cahaya tersebut dapat menjadi simbolis penerang dan bukan perpisahan melainkan awal persaudaraan,” timpal Nino.

Selain itu, mereka juga memberikan pelatihan fotografi dan videografi kepada pengelola wisata supaya dapat lebih baik dalam mengembangkan dan mempromosikan objek wisata Hutan Pinus Pengger.

Menurut Nino, pariwisata yang berkembang saat ini perlu menerapkan sustainable sebagai bentuk pelestarian lingkungan dan mempertahankan ekosistem. Pemilihan bambu sebagai instalasi seni dan spot foto digunakan sebagai maksud untuk menjaga ekosistem dan penerapan dari sustainable tourism.

”Harapannya pariwisata alam yang menjadi daya tarik utama harus dibuat selaras dan sinergi dengan arah kebijakan pembangunan kepariwisataan secara nasional, salah satunya wisata yang mampu menggerakan perekonomian masyarakat lokal,” jelasnya. (ila)