RADAR JOGJA – Para peneliti di Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat prototipe baterai nuklir. Berbahan bakar limbah thorium berupa plutonium dua tiga delapan, diperkirakan baterai ini memiliki daya tahan hingga 40 tahun.

”Baterai ini dapat digunakan untuk peralatan elektronik sebagai sumber energi listrik,” kata Ketua Tim Peneliti Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM Yudi Utomo Imardjoko saat ditemui di Kampus UGM.

Lebih lanjut Yudi membeberkan, pembuatan prototipe nuklir yang berhasil di dunia baru ada di Rusia dan Indonesia, sedangkan di Amerika sampai saat ini masih sampai pada tahap konsep.

Penelitian prototipe baterai nuklir ini awalnya didanai oleh mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Ada empat peneliti yang terus mengembangkan prototipe baterai ini.

Dalam penelitian dan pembuatan prototipe, para peneliti sempat bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan. ”Masa kerja sama itu sudah selesai dan Kementerian Pertahanan sudah menerima hasilnya,” katanya.

Asisten Peneliti Elly Ismail menambahkan, penelitian untuk baterai nuklir yang aman tersebut sudah dilakukan sejak 2016 lalu dan dilanjutkan dengan pembuatannya. Elly mengakui, saat ini daya yang dihasilkan masih relatif sangat kecil. ”Ke depan tinggal meningkatkan atau scale up,” jelasnya.

Sementara itu, sebagai pendukung peneliti Dahlan Iskan mengatakan, terkait pembuatan prototipe nuklir ini pihaknya kesulitan bahan baku berupa limbah thorium yakni plutonium.

”Masih ada kendala yang dihadapi karena bahan bakunya belum tersedia di Indonesia. Namun hal tersebut bisa diatasi jika Indonesia memiliki reaktor thorium sendiri,” jelasnya.

Itu mengingat plutonium merupakan limbah dari thorium yang notabene merupakan bahan utama baterai nuklir. Dia mengungkapkan, selama ini kebutuhan plutonium harus diimpor dari luar negeri dengan harga mahal, karena Indonesia belum memiliki thorium.

Mantan Menteri BUMN itu yakin masalah ini akan segera dapat diatasi. Sebab saat ini sudah dirancang terkait pembuatan reaktor thoriumnya. ”Reaktor thorium itu desainnya sudah jadi, dibuat oleh bapak-bapak ahli nuklir ini. Kebetulan saya yang mendanai. Desainnya sudah jadi, tinggal bagaimana cara mewujudkannya,” jelas Dahlan. (sky/ila)