RADAR JOGJA – Menjelang akhir tahun, Pegadaian optimistis akan meraih 13 juta nasabah. Setelah target 12,1 nasabah di pertengahan tahun ini telah tercapai 12,9 juta nasabah di bulan Oktober dengan realisasi dana sebesar Rp 47,7 miliar. Untuk tahun 2020 mendatang, ditargetkan 17 nasabah. Hal teresebut disampaikan  Direktur Utama (Dirut) Pegadaian Pusat, Kuswiyoto dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Satuan Pengawas Internal (SPI) Pegadaian di Hotel Marriot, Senin (25/11).

Rakernas yang mengusung tema “Peningkatan Peran SPI Sebagai Strategi Bisnis Patner Untuk Mendukung Scalling-Up dan Pencapaian Bisnis Perusahaan” ini berlangsung hingga Kamis, (28/11). Diikuti oleh ratusan SPI Pegadaian dari seluruh Indonesia.

“Tahun depan itu kami punya target yang luar biasa besar dan menantang, perlu dukungan dari teman-teman auditor, mulai hari ini kami canangkan bahwa auditor merupakan strategic businness partner dari teman-teman lapangan, tidak melulu sebagai auditor, fungsinya lebih sebagai konsultan,” jelasnya saat ditemui di sela acara.

Kuswiyoto menambahkan, untuk pendapatan Pegadaian saat ini tercatat sebesar Rp 10 triliun, dengan laba bersih Rp 26,54 miliar. “Melebihi target, 108 persen,” ujarnya. Selain itu masih ada Rp 54,7 triliun outstanding loan dengan asset senilai total Rp 71,5 triliun serta laba bersih Rp 3,3 triliun.

Untuk terus meningkatkan target dan kualitas, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan lebih dari 200 BUMN. “Desember nanti kami mengadakan kerjasama dengan Kementrian Desa (Kemendes) yang memiliki 37 ribu pendamping,” tambahnya. (sky/tif)