RADAR JOGJA – Kasus meninggalnya mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogja M Sirojul Milal karena tercebur sumur saat menjadi imam salat ditutup oleh pihak kepolisian.

Kapolsek Imogiri Kompol Anton Nugroho menyatakan, kasus itu ditutup lantaran  murni kecelakaan, bukan kelalaian. Sementara pihak keluarga korban juga sudah menerima dengan ikhlas.

“Kami tadi sempat cek ke lokasi. Menyarankan agar sumur dicor,” ungkap Kompol Anton saat dihubungi Radar Jogja, Senin (2/11).

Seperti diberitakan Radar Jogja sebelumnya, Sirojul Milal tercebur sumur karena lantai musala di pengimaman (tempat imam) yang terbuat dari bambu dan kayu runtuh.

Itu terjadi saat rakaat ketiga salat Isya. Tragisnya, ia tidak terjatuh di tanah, melainkan langsung terjun ke sumur yang berada di bawahnya, karena penutup sumur juga sudah rapuh.

Sumur itu mempunyai kedalaman tujuh meter, dengan ketinggian air tiga meter. Proses evakuasi terhadap korban juga tidak mudah, karena selain sumur relatif sempit, juga karena gelap.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati Bantul tapi oleh dokter sudah dinyatakan meninggal.

Para mahasiswa UIN Suka berada di pondok pesantren yang berlokasi di perbukitan itu untuk agenda malam keakraban (makrab). Minggu pagi pihak keluarga korban dari Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, telah menjemput jenazah dibawa ke asalnya dan dimakamkan.

Kapolsek juga mengimbau warga sekitar pesantren untuk tidak menggunakan musala, mengingat kondisinya yang mulai rapuh. Dia menyarankan agar dibuat cor tutup buka untuk penutup sumur. Dengan demikian, sewaktu-waktu akan dibersihkan, tutupnya bisa dibuka.

Kendati begitu, pihaknya belum menemui pemilik Pesan-Trend Ilmu Giri Nasrudin Anshory (Gus Nas). Dikatakan, sang pemilik itu tidak tinggal di lokasi itu, melainkan di wilayah Pleret.

“Kalau di sana itu memang sering ada kegiatan. Makrab dan lain-lain. Tapi tidak setiap hari dihuni,” ungkapnya.

Sementara itu dosen pembimbing korban UIN Suka Sudaryono mengaku dekat dengan Sirojul Milal. Dia menilai, korban memiliki pribadi yang baik dan religius. Terkait kegiatan makrab yang dilaksanakan saat itu, pihaknya tidak mengetahui hal tersebut.

“Ya, setahu saya dia orangnya pinter, terus punya keahlian bidang grafis, fotografer dan edit video,” tutur Sudaryono. (mel/laz)