RADAR JOGJA – Daerah Istimewa Jogjakarta mengirimkan 15 atlet mewakili Indonesia berlaga di ajang South East Asia (SEA) Games 2019 yang sedang berlangsung di Manila, Filipina. Dari 15 atlet itu, terdapat sembilan atlet putra dan enam atlet putri.

Salah satunya adalah Octavianti Dwi Nurmalita. Dia merupakan bek sayap asal Kota Jogja yang tergabung dalam skuad Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia.

Octavianti tampil membela Merah-Putih saat menghadapi Vietnam Jumat (29/11) lalu. Di laga itu, Garuda Pertiwi kalah 0-6.

Octavianti mengakui mendapatkan banyak pelajaran dari laga itu. “Saya senang sekali bisa bertanding melawan Vietnam. Mereka itu tim yang hebat, yang levelnya jauh di atas kita kalau di sepak bola putri,” ujarnya kepada Radar Jogja.

SEA Games 2019 menjadi debut Octavianti membela timnas putri di ajang internasional. “Alhamdulillah, keluarga sangat mendukung. Ya, semoga saya bisa bikin bangga mereka, DIJ, dan Indonesia,” tandasnya.

Titik Kusumawardhani, atlet panahan asal DIJ, sudah empat kali tampil di SEA Games. Sebelum SEA Games 2019 di Filipina, pemanah asal Bantul ini pernah bertanding di ajang SEA Games edisi 2013, 2015, dan 2017.

Dia mengoleksi dua medali emas dan dua medali perak sepanjang keikutsertaannya di ajang pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Di SEA Games 2019, Titik akan turun di nomor recerve. Nomor tersebut menjadi salah satu nomor andalan Titik. Untuk bisa meraih hasil terbaik di Manila, dia mengaku sudah melakukan persiapan intensif sejak April lalu.

“Pemusatan latihan sejak April. Juga, sudah ikut beberapa turnamen pemanasan,” ujarnya.

Titik menjadi salah satu atlet yang diunggulkan meraih medali emas di ajang SEA Games 2019. Kendati demikian, atlet 26 tahun itu menyatakan persaingan sangat ketat. “(Pemanah) Vietnam, Malaysia, dan tuan rumah Filipina itu sudah mulai bagus,” jelasnya. (cr12/amd)