RADAR JOGJA – Insiden kecelakaan yang melibatkan Transjogja hingga berujung tewasnya seorang pengendara motor sangat disesalkan banyak pihak. Padahal, kehadiran moda transportasi umum itu berangkat dari semangat awal melayani masyarakat.

Hal itu seperti dijelaskan dalam Perda No 5/2014 sebagai turunan dari UU 25/2009 menyebutkan, konsep pengelolaan Transjogja dengan sistem pelayanan telah melindungi dari kerugian.

Sehingga dengan konsep tersebut, pengemudi tidak perlu lagi berkendara layaknya mengejar setoran.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemprov dalam hal ini Dishub. Tentunya kami ingin PT AMI sebagai pengelola Transjogja menjalankan fungsinya dengan baik,” jelas Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana.

DPRD sebelumnya telah memberi masukan kepada pemprov untuk melakukan pelebaran jalan untuk jalur khusus Transjogja. Namun, dengan kondisi jalanan di DIJ yang begitu sempit, tampaknya untuk membuat jalur khusus bus ini menjadi kendala.

“Setidaknya jalur khusus itu di kawasan jalan yang padat untuk menghindari kerawanan,” jelasnya. (bhn/laz)