RADAR JOGJA – Berangkat dari kekhawatiran kurangnya minat baca masyarakat di Bantul, Fadli Al Lutfi atau akrab disapa Gosal, seorang mahasiswa filsafat UGM menginisiasi komunitas literasi. Komunitas ini dikenal sebagai Perpus Jalanan Bantul.

Gosal mengungkapkan, Perpus Jalanan Bantul ini berdiri pada Juni 2017. Dia berusaha menciptakan tempat baca yang tidak terikat dengan berbagai macam regulasi perpustakaan pada umumnya, seperti dilarang bersuara, dilarang membawa makanan ke ruangan, adanya batas peminjaman buku, dan aturan lainnya.

Dia ingin mendirikan perpustakaan yang terbebas dari aturan-aturan tersebut. Selain itu, dia merasa pemahaman literasi Indonesia masih rendah. Banyak orang suka membaca, namun belum mampu memilah bacaan yang sesuai dengan umur.

”Karena itu, secara konsisten mengadakan kegiatan lapak baca gratis setiap Minggu pukul 19.00 di Lapangan Paseban, Bantul. Tidak hanya itu, juga seringkali mengadakan diskusi dengan mengangkat isu sosial, bedah buku bersama, ikut dalam event-event yang mengusung isu sosial politik,” jelasnya saat ditemui, Rabu (4/12).

Hingga sekarang jumlah relawan yang turut bergabung dalam komunitas ini ada 20 orang. Terdapat banyak buku dari berbagai genre mulai dari buku sastra, buku sejarah, buku politik, buku ensiklopedi, dan masih banyak jenis lainnya.

”Buku tersebut berasal dari donasi rekan-rekan relawan. Jumlah buku terus meningkat seiring dengan bertambahnya relawan yang turut andil dalam perpus jalanan Bantul,” ungkapnya.

Harapan ke depan bisa meningkatkan minat baca dan pemahaman literasi melalui buku-buku yang sudah disediakan. (om1/ila)