RADAR JOGJA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ melalui Komisi A DPRD DIJ menggencarkan sosialisasi terkait Perdais No 1/2015 tentang Perubahan Atas Perdais No 1/2013 tentang Kewenangan Dalam Urusan Keistimewaan DIJ. Sosialisasi ini bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat lebih terkait urusan Keistimewaan.

Sekretaris Komisi A DPRD DIJ Retno Sudiyanti mengatakan, banyak masyarakat yang belum paham terkait Perdais. Hal itu diketahui setelah dia reses beberapa waktu lalu.

”Banyak sekali pertanyaan dan permasalahan yang diutarakan masyarakat saat reses,” ujar Retno saat sosialisasi Perdais No 1/2013 di Pendopo Kantor Kecamatan Cangkringan belum lama ini (3/12).

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, sosialisasi ini mengundang warga dari empat kecamatan. Yakni di Kecamatan Cangkringan, Turu, Ngemplak, dan Kalasan. Harapannya agar langsung tepat sasaran kepada masyarakat.

Retno mengungkapkan, pertanyaan yang sering muncul di masyarakat bukan hanya terkait regulas Keistimewaan itu saja. Namun juga berkaitan dengan pemanfaatan dana keistimewaan (Danais) dan bagaimana cara mengakses dana tersebut. Sebab banyak yang mengeluh belum merasakan danais itu hingga ke bawah. ”Mereka menanyakan sampai mana danais itu,” bebernya.

Sementara itu, Paniradya Pati DIJ Beni Suharsono menjelaskan, di dalam perdais tersebut terdapat aturan terkait pendanaan. Melalui dana keistimewaan (Danais) dalam setiap kegiatan yang digunakan untuk urusan Keistimewaan.

Yakni mencakup tata cara pengisian tugas dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur, kelembagaan pemerintah daerah, kebudayaan, pertanahan, dan tata ruang. ”Dari lima urusan itu yang bisa diakses masyarakat empat urusan,” kata Beni.

Terkait danais, Beni menjelaskan, dari tahun 2018 hingga 2020 danais yang digelontorkan oleh pemerintah selalu ada peningkatan. Pada 2018 danais Rp 1 triliun, pada 2019 alokasi danais sebesar Rp 1,2 triliun, dan untuk 2020 Rp 1,32 triliun.

Masyarakat, kata dia, bisa mengakses dana tersebut. Namun, caranya dengan mengajukan usulan kepada pemerintah. Mekanismenya, usulam disampaikan melalui musrembangdes kemudian diajukan ke kabupaten menjadi usulan bupati. Oleh karenanya, dia meminta masyarakat agar aktif dalam musrembang. ”Karena usulan itu cukup hingga kecamatan, nanti camat yang meneruskan dan memperjuangkan,” bebernya.

Pemanfaatan danais, lanjutnya, bukan hanya di sektor kesenian. Namun bisa juga mencakup pemberdayaan masyarakat. Sebab, tujuan danais menurutnya untuk percepatan penurunan angka kemiskinan di DIJ.

Saat ini, angka kemiskinan di DIJ tergolong tinggi. Yakni 11,7 persen. Angka itu lebih tinggi dari angka kemiskinan nasional dan menjadi yang paling tinggi untuk pulau Jawa. Dia pun mengatakan untuk jumlah dana yang diusulkan, tidak ada batasan. Hanya saja yang membatasi kemampuan keuangan negara karena danais ini yang membahas pemerintah pusat.

Dia berharap, dengan diadakannya sosialisasi ini, pemanfaatan danais bisa lebih tepat. Sehingga bukan hanya pembangunan fisik saja namun nonfisik juga bisa digarap. ”Ini juga bagian dari target 2022 kemiskinan di DIJ turun menjadi 7 persen,” katanya.

Salah seorang warga Umbulharjo, Cangkringan Erwan Fauzi dalam sosialisasi itu mengusulkan agar danais juga menyentuh sektor pariwisata. Utamanya wisata lava tour di Kalidem. ”Karena wisata di Merapi ini berkembang, semoga hal ini bisa menjadi pertimbangan,” harapnya.

Lebih lanjut, selain melakukan sosialisasi Komisi A DPRD DIJ juga memberikan bantuan 200 batang bibit durian untuk dua desa. Yakni Wukirsari dan Argomulyo. Bantuan diserahkan langsung oleh Sekretaris Komisi A DPRD DIJ Retno Sudiyanti. (har/ila)