RADAR JOGJA DIGITAL – Putri Mahkota Kerajaan Denmark Mary Elizabeth Donaldson untuk kali pertama berkunjung ke Jogjakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari program United Nations Population Fund (UNFPA).

Selama di Jogjakarta, Mary mengunjungi sejumlah tempat. Salah satunya Keraton Jogja. Agendanya  menghadiri perjamuan makan siang bersama Gubernur DIJ yang juga Raja Keraton Jogja Sultan Hamengku Buwono X didampingi permaisuri GKR Hemas.

Setibanya di Keraton Jogja, Mary disambut para puteri dan menantu  HB X. Tampak putri-putri HB X, GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Bendara, KPH Wironegoro, KPH Purbodiningrat, dan KPH Notonegoro di Regol Kamandungan Lor.

Selanjutnya HB X dan GKR Hemas menyambut Putri Mary bersama rombongan di depan Regol Danapratapa, area Bangsal Srimanganti. Prosesi kemudian dilanjutkan  tukar menukar cinderamata dari Kerajaan Denmark dan sebaliknya  di Bangsal Kencana. Seusai prosesi itu, kegiatan dilanjutkan  santap siang  di Bangsal Manis.

HB X usai perjamuan mengaku tidak ada agenda khusus dalam kunjungan ke Keraton. Kunjungan ke Jogjakarta kali ini merupakan bagian dari perjalanan Putri Mary dalam agenda kerja UNFPA. “Hanya ngobrol-ngobrol saja secara kekeluargaan,” katanya.

Kunjungan Mary ke Keraton sebagai lanjutan dari kunjungan Ratu Denmark empat tahun lalu. Ketika itu, orang tua Mary, menceritakan mengenai budaya Jogjakarta termasuk keraton. “Dia bertanya kapan bangunan keraton ini dibangun,” kata HB X.

HB X menegaskan tidak ada pembahasan kerja sama antardua kerajaan itu. Sebab, kedatangan Mery ke Keraton Jogja untuk menghadri perjamuan makan siang. “Waktunya di Keraton hanya satu jam, dan setelah itu ada agenda lagi ke puskesmas,” katanya.

Sementara GKR Mangkubumi menyebutkan, hidangan yang disajikan dalam perjamuan itu meliputi nasi kuning, rawon, dan es krim kelapa. Diungkapkan, Putri Mary sangat menikmati kuliner yang dihidangkan.

Selain itu, Putri Mery juga memiliki kekaguman terhadap warisan budaya yang ada di Keraton Jogja. “Dia suka dengan musik gamelan,” terangngnya.

Putri Mary ke Jogjakarta  didampingi Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus Abildgaard Kristensen, Menteri Luar Negeri Denmark Rasmus Prehn, Sekretaris Kerajaan Denmark Christine Pii Hansen, serta Direktur UNFPA Bjorn Andersson dan beberapa perwakilan BKKBN.

Adapun tujuan dari kunjungan yang dilakukan ini adalah menandai peringatan 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dengan Denmark. Di samping itu, Mary sendiri telah 10 tahun menjadi ambassador UNFPA, organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang fokus akan masalah kependudukan termasuk di dalamnya berkaitan dengan reproduksi, kesehatan ibu dan anak, serta pernikahan.

Dalam kunjungannya ke Jogjakarta, Mary juga melakukan kunjungan ke beberapa tempat yang terdapat proyek-proyek didukung  UNFPA, di antaranya KUA dan Puskesmas di Kecamatan Tegalrejo, Kota Jogja. Fungsi Ekonomi Perdagangan KBRI Copenhagen Martin Surto Mardyantoro mengatakan, agenda kehadiran putri mahkota dalam kapasitas patron UNFPA. Kehadirannya karena Denmark sebagai salah satu donatur terbesar bagi UNFPA.

Jogjakarta  menjadi salah satu proyek yang mendapatkan bantuan  UNFPA. Di Puskesmas Tegalrejo, Mary melihat langsung pelayanan kesehatan. Terutama bagi kesehatan reproduksi generasi muda. “Ternyata beliau kagum untuk sekelas puskesmas fasilitas dan pelayanan dokternya sangat memadai,” ungkapnya. (bhn/laz/tif)