RADAR JOGJA DIGITAL – Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) DIY siap mendukung program percepatan akreditasi klinik. Asklin mendorong setiap anggota untuk menyiapkan akreditas pelayanan kesehatan lebih cepat.
Ketua Asklin DIY drg Madi Saputra mengatakan, akreditasi klinik adalah pengakuan terhadap fasilitas kesehatan klinik yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan. Akreditasi merupakan bentuk perlindungan pada masyarakat dan juga tenaga kesehatan.
Ketentuan tentang pelaksanaan akreditasi klinik tertuang pada Peraturan Menteri Kesehatan No 46/ 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Dokter Gigi.

“Sedangkan regulasi tentang penyelenggaraan klinik secara khusus diatur pada Permenkes No 9/ 2014 tentang Klinik,” ujarnya pada saat penyerahan sertifikat tanda kepesertaan Asklin kepada Pimpinan Klinik Pratama Rawat Inap Mitra Husada Nglipar Gunungkidul, beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan, adapun unsur yang dinilai dalam penerapan standar akreditasi klinik meliputi, kelompok standar administrasi dan manajemen klinik serta upaya kesehatan perorangan (Klinis).
Untuk mempersiapkan Klinik dalam pelaksanaan akreditasi perlu proses pemahaman dan cara efektif yang harus dirancang oleh pemilik maupun pengelola klinik. “Hal ini agar dapat terbangun sistem manajemen mutu yang utuh dalam rangka mempersiapkan, memelihara dan meningkatkan pencapaian standar akreditasi klinik secara berkesinambungan,” jelasnya.

Madi menambahkan, bimbingan teknis juga sangat diperlukan sebagai bagian dari program. Menurutnya bimtek ini sangat efektif dalam penerapan standar akreditasi klinik pratama. Olehkarena itu di Jogja, bimtek akreditasi klinik pratama akan dilaksanakan 9 Desember di Aula C Dinkes DIJ. (*/met/din/tif)