Sembilan tahun menggeluti budi daya anggur, Rio Aditya, 34, warga Plumbungan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, sukses menginspirasi banyak orang. Bahkan 80 persen warga di kampungnya turut melakukan budi daya anggur. Hingga Padukuhan Plumbungan dijuluki “kampung anggur”.

MEITIKA CANDRA LANTIVA, Bantul, Radar Jogja

Semua berawal dari kesukaannya memakan buah anggur. Hingga pada 2010 Rio memutuskan menanam tanaman anggur. Dia lebih memilih anggur hasil panen sendiri dibandingkan harus beli di toko buah.

“Kalau beli anggur mahal. Kalau panen sendiri kan lebih fresh dan puas,” ucap Rio Aditya saat ditemui Radar Jogja, Minggu (8/12).

Dari penanaman pertama itu, ternyata berbuah baik. Pohon anggur berbuah lebat. Itu karena Rio rajin merawatnya. Memberikan pupuk seminggu sekali, menyiram sehari sekali, dan rutin memangkas daun dan membentuk anak cabang.

Tak puas satu jenis anggur, dia terus terus menanam jenis lainnya. Hingga 2014 tanaman anggur memenuhi halaman rumahnya seluas 200 meter persegi itu. Pada 2017 tanaman anggur semakin banyak jenisnya. Ada 15 lebih jenis tanaman anggur.

“Bukan anggur lokal. Tetapi anggur dari Ukraina,” katanya.

Konon bibit pertama saat itu diberikan salah seorang teman yang sama-sama menyukai anggur. Dari jenisnya, terbanyak anggur ninel, angelica, julian dan dixon. Yang cenderung manis dibanding anggur lokal.

Saat itulah tak sedikit warga Plumbungan yang meniru jejak Rio. Ia pun tak segan memberikan bimbingan. Bahkan dia senang ilmunya dapat dimanfaatkan banyak orang. Dia berharap dengan menanam anggur mampu menggerakkan roda perekonomian warga di kampungnya.

Hingga tahun ini 80 persen warga Plumbungan menanam pohon anggur, bahkan ada yang budi daya bibitnya. Ratusan warga tiap hari berkunjung ke kampung tersebut. Baik dari masyarakat lokal hingga luar kota.

“Anggur ini dikenal dengan buah esklusif. Hanya dimakan bagi orang yang punya uang lebih karena harganya mahal,” tuturnya.

Oleh sebab itu, adanya tanaman anggur diharapkan warga juga turut menikmati anggur. “Istilahnya lebih memasyarakatkan anggur,” tambahnya.

Kasi Kesejahteraan Desa Sumbermulyo Heni Nursanti mengungkapkan, hampir semua warga di lima RT menanam tanaman anggur di padukuhan itu. Lantas disebut kampung anggur. Adanya kampung itu menjadi potensi desa dalam meningkatkan kesejahteraan dan kreativitas warga. Pemerintah desa apresiatif dan memberikan dukungan.

“Ke depan kampung anggur akan dikembangkan, ditata pengelolaannya, disinergikan. Termasuk kebersihannya. Jangan sampai jadi jujukan wisata tetapi kampung dan masyarakatnya belum siap,” tuturnya. (laz)