RADAR JOGJA DIGITAL – Sebanyak 112 tabung gas elpiji bersubsidi diamankan. Dari tiga tempat usaha catering kategori menengah ke atas. Atau yang tidak termasuk dalam kategori rumahan. Di wilayah Kecamatan Godean, Selasa (10/12).

Itu setelah dialkukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi. Oleh Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Elpiji Bersubsidi Kabupaten. Terdiri dari Bagian Perekonomian Setda Sleman, Disperindag Sleman, Pertamina dan Hiswana.

Sales Brand Manager Rayon II Pertamina Jogjakarta Haryadi mengatakan, langkah tersebut merupakan upaya untuk mengedukasi. Sekaligus mengamankan stok elpiji bersubsidi. Agar tepat sasaran pemanfaatannya.

“Ini program rutin Pertamina bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Sekaligus memastikan penyaluran elpiji subsidi 3 kg tepat sasaran,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Haryadi, tempat usaha catering yang dilakukan sidak ini tidak termasuk industri kecil. Dilihat dari ukuran bangunan atau tempat produksi, jumlah stok bahan baku dan jumlah karyawan.

Sementara yang berhak dalam pemanfaatan gas elpiji subsidi kategori industri yaitu usaha rumahan atau menengah ke bawah.

“Dalam sidak ini kami juga lihat ke dalam sampai ke tempat produksinya. Kami lihat luas bangunan dan areanya, bahan bakunya. Ketiganya termasuk kategori menengah ke atas namun masih menggunakan gas elpiji subsidi,” ujarnya.

Penyalahgunaan pemanfaatan gas elpiji subsidi ini bisa menjadi salah satu faktor kelangkaan dan distribusi yang tidak tepat sasaran. Terlebih di saat momen besar seperti menjelang Natal dan tahun baru.

Kepala Subbagian Ketahanan Ekonomi Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Tien Pamungkasih menambahkan, setiap dua tabung gas elpiji bersubsidi yang telah diamankan dalam sidak tersebut ditukar dengan satu tabung 5,5kg non-subsidi (brightgas).

Menurut Tien, selama ini Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya untuk terus melakukan pengawasan. Terhadap distribusi gas elpiji bersubsidi di wilayah Kabupaten Sleman.

Melalui pengawasan gas elpiji bersubsidi termasuk penindakan. Baik dalam penyalahgunaan maupun penindakan bagi agen atau pangkalan nakal yang mengakibatkan distribusi gas elpiji bersubsidi tidak tepat sasaran. (tif)