RADAR JOGJA – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DIJ memantau bahan makanan di pasar tradisional wilayah Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan pengawasan  bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menyasar Pasar Argosari Wonosari, Senin (9/12), petugas melakukan pemeriksaan beberapa sampel bahan makanan. Tujuannya untuk mengetahui apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak.

Pejabat Bidang Informasi dan Komunikasi BPOM Wulandari mengatakan, dari belasan sampel makanan ada yang tidak aman untuk dikonsumsi.

“Ada belasan bahan makanan seperti bakso, ikan asin, teri, kerupuk, dan lainnya. Hasil pengecekan, diketahui bahan-bahan makanan tadi mengandung formalin atau pewarna berbahaya,” kata Wulandari.

Atas temuan ini dia mengimbau kepada masyaraka agar berhati-hati dalam memilih bahan makanan. Tidak menutup kemungkinan di antaranya mengandung formalin, sehingga harus dijauhi karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

“Ciri-ciri bahan makanan mengunakan formalin tidak gampang hancur, dan jarang dikerubuti lalat. Namun pastinya memang harus dilakukan pengecekan langsung ke laboratorium,” ungkapnya.

Kepada pedagang yang diketahui mengedarkan bahan makanan berbahaya pihaknya dilakukan pembinaan. Dengan demikian ke depan sudah tidak lagi ditemukan zat-zat berbahaya beredar luas di kalangan masyarakat.

“Tahun ini lebih baik. Temuan bahan makanan mengandung zat berbahaya berkurang, misalnya kerupuk sudah aman,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sumber Daya Alam Provinsi DIJ Ni Made Dwi Panti Indrayanti mengatakan, dari hasil pantauan belum terjadi kenaikan harga secara signifikan.

“Mungkin yang harus mendapatkan perhatian adalah minyak goreng karena naik signifikan. Sedangkan bahan pokok lain naik hanya sekitar seribu rupiah saja, tidak terlalu signifikan,” katanya.

Disinggung  ketersediaan stok bahan pokok dia menyampaikan bahwa sekarang masih aman. Namun perlu dilakukan pengecekan di distributor langsung untuk melihat ketersediaan stok bahan pokok. “Kami juga mengimbau kepada para pedagang saat menjelang hari besar keagamaan bersikap kooperatif, tidak menimbun bahan pokok,” ujarnya. (gun/laz)