RADAR JOGJA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) berniat menghidupkan kembali rel jalur utara. Termasuk jalur kereta api yang menghubungkan Jogjakarta dengan obyek wisata yang ada Borubudur di Magelang, Jawa Tengah.

Nah, Pemerintah Republik Ceko menyatakan minatnya berinvestasi dalam pembangunan konektivitas angkutan kereta api tersebut.

Keinginan kerjasama terungkap usai pertemuan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X bersama Sekretaris Negara Menteri Urusan Luar Negeri Republik Ceko, Miloslav Stasek di Gedhong Wilis, Kepatihan, Senin (9/12).

HB X menjelaskan kerjasama jalur penghubung melalui angkutan kerata api sudah terkonsolidasi antara Pemerintah Ceko bersama PT KAI.

Beberapa perusahasaan perkeretapian asal Ceko disebut-sebut tertarik menanamkan investasinya pada pembangunan rel jalur utara.

“Memang lokasi pembangunannya di Jogjakarta,” jelas HB X usai pertemuan.

Tidak hanya itu, konektivitas ke arah bandara pun menjadi salah satu proyek yang dilirik oleh Pemerintah Ceko. Nantinya, kereta api yang dipakai untuk ke bandara berasal dari Ceko dengan standar Jerman. Sehingga secara biaya lebih murah.

Saat disinggung soal teknis kerjasama yang dilakukan, HB X mengaku tidak mengetahui secara pasti. Sebab, kerjasama tersebut menjadi kewenangan pusat. Termasuk, apakah jalur kereta api tersebut akan berada seiring dengan jalur tol yang kini tengah memasuki tahap sosialisasi.

Seperti diketahui saat ini proyek kereta api Jogja Jawa Tengah tengah masuki masa studi detail engineering design (DED). Proyek tersebut menjadi kewenhan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Apapun hasil kesepakatan KAI dengan Ceko semoga bisa meningkatkan konektivitas,” tuturnya.

Sementara Stasek mengungkapkan, Pemerintah Ceko pun bekeinginan membuka kerjasama di bidang pariwisata khususnya tourism. Cara tersebut bisa diupayakan dengan penerbangan lansung dari Ceko ke Jogjakarta.

Apalagi, Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) dinilai cukup layak untuk penerbangan internasional.

“Harapannya masyarakat kedua negara saling mengunjungi dan meningkatkan pariwisata di masing-masing negara,” katanya. (bhn/pra)