RADAR JOGJA – Aksi trio ojek online palsu memiliki skenario yang dibilang cukup rapi. Ketiganya memiliki peran masing-masing untuk meyakinkan calon korbannya. Tersangka T berperan sebagai karyawan Gojek dari Jakarta. MA bertugas menyebarkan SMS Palsu. Tersangka A berpura-pura membuka lowongan jalur VIP.

Otak dari penipuan ini adalah tersangka inisial T. Skenario diawali dengan tersangka A yang membuka lowongang jalur VIP. Sosok ini menjanjikan calon korbannya langsung kerja. Jika melalui jalur reguler harus menunggu enam sampai sembilan bulan.

”Kalau MA ini perannya mengatur proses perekrutan dan membuat SMS palsu. Nah peran T ini yang cukup krusial. Dia menjadi karyawan PT Gojek dari Jakarta. Kalau ada yang konfirmasi, tugasnya memastikan bahwa aplikasi asli,” jelasnya Dirreskrimsus Polda DIJ Kombespol Yoyon Tony Surya Putra.

Proses rekruitmen seakan berjalan resmi. Setelah membayar biaya pendaftaran Rp 1,8 juta langsung mendapatkan aplikasi driver. Saat akan digunakan akun tersebut justru suspend. Inilah yang memancing kecurigaan puluhan korbannya.

Para pelaku mampu memainkan psikis korban secara apik. Tawaran pekerjaan mampu membutakan nalar. Terlebih janji bisa langsung diterima bekerja.  Para korban, lanjut Tony, rata-rata berusia muda. Selain itu juga dalam posisi membutuhkan pekerjaan.

”Tersangka memainkan celah itu. Pesan kami kalau ada SMS serupa pastikan dulu asli atau tidak. Hubungi nomor asli penyedia jasa jangan yang di SMS itu,” pesannya.

Cara kerja ketiga pelaku ini efisien. Dua tersangka T dan MA bekerja dari Jakarta. Selanjutnya tersangka A bekerja di Jogjakarta. Sasaran korbannya adalah pencari lowongan ojek online di wilayah Jogjakarta. Terbukti penangkapan berlangsung di tiga tempat berbeda.

Setelah seluruh uang terkumpul akan dibagi sesuai perannya. Untuk tersangka T mendapatkan yang sebesar Rp 5 juta. Sementara untuk kedua tersangka MA dan A, masing-masing mendapatkan jatah Rp 17 juta.

”Sudah setahun ini beraksi. Bisa paham pola rekruitmen karena salah satu dari kami (A) pernah jadi driver ojek online. Uangnya untuk kebutuhan hidup,” kata tersangka T. (dwi/ila)