RADAR JOGJA DIGITAL – Hujan Kamis siang (12/12) menyebabkan sejumlah pohon di wilayah Kota Jogja roboh. Penyebabnya adalah kencangnya angin dan besarnya volume ranting dan dahan pohon. Walau begitu dipastikan tidak ada korban jiwa akibat fenomena alam ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Hari Wahyudi menuturkan kejadian di Jalan Tentara Pelajar Bumijo Jetis. Pohon besar jenis beringin ambruk 14.30 WIB. Volume batang kayu mencapai 30 centimeter dengan ketinggian lima meter. 

“Dampaknya menutup akses jalan di wilayah tersebut. Untuk sementara arus kendaraan dialihkan atau setidaknya melaju perlahan. Agar proses pemotongan kayu berlangsung cepat,” jelasnya, Kamis (12/12).

Penyebab utama robohnya pohon adalah hujan angin. Apalagi beban dari ranting dan dahan yang terlalu besar. Jajaran BPBD Kota Jogja telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja untuk pemangkasan atau pengurangan beban pohon.

“Untuk korban kejadian ini nihil. Kami sudah koordinasi dengan DLH untuk pemangkasan beban pohon. Sudah berjalan kok pemangkasannya,” katanya.

Kepala DLH Kota Jogja Suyana pun terus mendata pohon besar, dilanjutkan pemangkasan yang berlangsung setiap harinya. Sasaran utamanya pohon yang berada di sepanjang tepi ruas jalan. Pemotongan turut menggunakan tangga otomatis untuk mempermudah pemangkasan pohon sisi atas. Terutama bagian dahan dan ranting yang telah lapuk.

“Pemangkasan masih berlangsung sampai sekarang. Kemarin memangkas di sepanjang area Kotabaru. Selain antisipasi roboh juga gangguan jaringan listrik yang melintang di sekitar pohon,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Sigit Hadi Prakoso menuturkan ada peningkatan intensitas curah hujan. Terlebih setelah berakhirnya badai Kalmegi di kawasan Filipina. Imbasnya curah hujan di wilayah Indonesia, khususnya sisi selatan kembali normal.

“Masa pancaroba ini perlu kewaspadaan tinggi. Cuaca bisa berubah secara ekstrem. Pagi bisa saja cerah, tapi selepas siang jadi berawan lalu hujan lebat disertai angin,” katanya.

Sigit meminta agar warga tidak memaksakan diri aktivitas luar ruang. Terutama jika terjadi hujan disertai angin kencang. Guna mengantisipasi dampak pandangan mata kabur atau tertimpa runtuhan dahan dan ranting pohon.

“Lebih baik berteduh saja tapi juga jangan asal berteduh. Pilih lokasi yang aman,” pesannya. (dwi/tif)