RADAR JOGJA – Pengusaha hotel di Sleman diharapkan memakai produk hasil olahan UMKM, terutama di bidang kuliner. Misalnya untuk sajian snack dan welcome drink.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman Pustopo mengungkapkan, sebaiknya mengambil dari UMKM Sleman. ”Kalau tidak ada baru mengambil dari kabupaten dan kota lain. Silakan dieksplor sesuatu yang khas Sleman,” ujarnya.

Pustopo menerangkan, kemitraan yang terjalin antara hotel dan UMKM akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Pihak hotel dapat memberikan sajian khas Sleman, dan UMKM juga dapat memasarkan produknya. ”Kerja sama tidak serta merta harus dipaksakan, tapi UMKM-nya juga harus meningkatkan diri, menyesuaikan dengan standar hotel,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, ini perlu dilakukan untuk menumbuhkan dan melindungi usaha mikro menjadi usaha yang tangguh, maju, mandiri, dan berdaya saing. ”Pemerintah Kabupaten Sleman menerbitkan Perda Nomor 19 Tahun 2019 tentnag Pemberdayaan Usaha Mikro,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, Pasal 11 dalam Perda ini mencantumkan bahwa dalam rangka perlindungan aspek pemasaran, pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan hotel bintang empat wajib menampung produk dan menyediakan ruang usaha bagi pelaku usaha mikro.

Para perwakilan manajemen hotel yang hadir menyatakan mendukung adanya kemitraan dengan UMKM ini. Misalnya saja Executive Assistant Manager Hotel Grand Keisha Didik Priyo yang menyatakan siap mendukung hal positif ini.

”Kami memakai jamu sebagai sajian di hotel sudah dua tahun ini. Kami juga mengambil bakpia dari UMKM kecil di wilayah Kabupaten Sleman untuk dijadikan sajian selamat datang bagi para tamu. Semoga kemitraan ini bisa berkelanjutan dengan baik,” ujar Didik.

Satu hal penting yang ditekankan adalah konsistensi UMKM dalam memasok produknya ke hotel. Salah satu pelaku UMKM Puri Handayani dari Griya Olah Salak, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi. Dia menyatakan harapannya agar produknya bisa diambil hotel-hotel yang ada di Sleman. ”Semoga bisa menjalin kerjasama dengan hotel dan sektor pariwisata, agar produk kita juga bisa masuk ke showroom mereka,” katanya. (naf/ila)