RADAR JOGJA – Dunia media digital memiliki nilai benefit tinggi dalam berbagai aspek. Termasuk dalam mengenalkan beragam program milik pemerintah. Inipula yang diusung oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jogjakarta.

Perwakilan BKKBN Jogjakarta Aris Nugraha memandang adanya potensi besar dunia media digital. Inipula yang menjadi fokus program instansinya. Mengenalkan program-program andalan BKKBN melalui portal digital.

”Diakui kalau pemanfataan portal digital itu sangat bermanfaat. Sangat efektif dan jangkauannya lebih luas dibanding media konvensional,” jelasnya ditemui dalam Pertemuan Kemitraan dengan Media Massa di Rumah Makan Pringsewu Sleman, Kamis (12/12).

Pria yang berprofesi sebagai dokter ini menyampaikan data demografi. Medio 2010 hingga 2030 pertumbuhan penduduk didominasi usia remaja. Korelasinya adalah tingginya arus penggunaan internet. Artinya dominasi pemanfaatan portal digital meningkat setiap tahunnya.

”Paling banyak remaja, sehingga bonus demografi akan sangat tinggi. Pengguna internet didominasi oleh usia remaja. Sehingga peran portal digital sangat efektif,” ujarnya.

Penanggung jawab sosial media Dinas Kominfo Sleman Syarifah Thurayyah menuturkan, peralihan media konvesional menuju digital sangat tinggi. Alhasil instansi pemerintah wajib melihat dan memanfaatkan celah ini. Tujuannya agar program kerja pemerintah dapat tersampaikan dengan optimal.

Tercatat ada puluhan media digital resmi dibawah naungan Pemkab Sleman. Mulai dari akun media sosial, website hingga aplikasi. Baik itu milik Pemkab Sleman, Dinas Kominfo maupun Media Center Sleman. ”Media center memiliki peran sebagai pemberitaan tingkat dusun hingga kabupaten. Keunggulan lain kalau dunia digital ada komunikasi dan interaksi dua arahnya,” jelasnya.

Dia mendorong agar instansi baik tingkat Desa hingga Provinsi lebih gumregah. Ayya, sapaannya, menyampaikan data pengguna internet. Dari total jumlah penduduk dunia, 45 persen adalah penggunaan portal digital aktif.

Mayoritas dari angka tersebut memanfaatkan fasilitas gawai. Inipula yang tercatat dalam arus portal digital milik Pemkab sleman. Sebanyak 51,8 persen aduan masyarakat masuk melalui website, sosial media hingga aplikasi.

”Data untuk penduduk dunia, mayoritas pengguna tertinggi adalah Youtube. Menyusul kemudian WhatsApp dan aplikasi lainnya,” katanya.

Data ini setidaknya mampu menjadi gambaran pemanfaatan portal digital. Terutama membuat konten menarik bagi akun sosial media. Tentunya memerlukan penyesuaian konten sesuai segmen. ”Youtube sekarang menjadi favorit terutama untuk remaja dan generasi muda saat ini. Tapi kemasannya juga harus menarik, tidak kaku tapi pesan tetap tersampaikan,” ujarnya. (dwi/ila)