RADAR JOGJA DIGITAL – Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto memastikan proses penyelidikan pelemparan Molotov berlanjut. Tercatat sudah ada lima saksi yang diperiksa. Empat diantaranya merupakan penghuni rumah korban pelemparan Molotov.

Perwira menengah tiga melati ini menjamin penanganan kasus di Pasekan Kidul, Balecatur, Gamping, Sleman ini tuntas. Setidaknya langkah olah tempat kejadian perkara (TKP) berlangsung optimal. sejumlah barang bukti telah terkumpul.

“Terus lanjut untuk penyelidikan. Saat ini sudah lima saksi yang diperiksa. Selain penghuni rumah juga warga sekitar lokasi kejadian,” jelasnya, Kamis (12/12).

Pemeriksaan TKP tak hanya melibatkan tim Inafis Polda DIJ. Turut turun pula tim laboratorium forensik dari Polda Jawa Tengah. Pasca olah TKP, tim membawa sejumlah barang bukti. salah satunya dalah kain yang digunakan untuk membersihkan.

“Kain itu diperkirakan masih ada sisa-sisa bahan bakar. Akan diperiksa di laboratium forensik Semarang untuk bisa menentukan jenis bahan bakar yang digunakan,” katanya.

Sayangnya Kapolres Sleman medio 2016 ini enggan berbicara banyak. Termasuk penyelidikan yang mengarah pada pelaku. Acuan sementara tetap ketengan pemilik rumah, Ngadilah. Perempuan paroh baya tersebut sempat melihat dua pelaku mengendarai kendaraan roa dua jenis matic.

“Kalau itu nanti saja, masih proses penyilidikan,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Ngadilah, sudah beraktivitas normal. Kegiatan rumah dan tetangga juga tidak terganggu. Seluruhnya tetap beraktivitas layaknya hari biasa. Bahkan para penghuni mengaku tidak mengalami ketakutan berlebih.
Walau begitu perempuan berusia 52 tahun ini mengaku tetap was-was. Apalagi kejadian ini kali pertama menimpa keluarganya. Hingga kini, ibu satu anak ini tak mengetahui alasan pasti pelemparan Molotov. Apalagi dia merasa tidak memiliki masalah dan musuh.

“Yang saya pikirkan sampai sekarang cuma itu, alasannya apa. Tidak trauma sebenarnya, karena tetap aktivitas normal,” katanya.
Ngadilah mengaku akan tetap mendiami rumahnya. Kaca jendela yang pecah dibiarkan menganga. Dia tak ingin ngutak-ngatik sebelum penyelidikan polisi rampung. Hanya saja dia sempat membersihkan jelaga akibat kebakaran Molotov.

“Tidak mas, tidak pindah dari kemarin setelah kejadian juga tetap tidur disini (rumah). Kalau untuk pelaku saya tidak melihat mukanya.Cuma lihat sekelebat ada dua orang naik (motor) matic. Kaburnya ke arah selatan,” ujarnya. (dwi/tif)